
Skripsi
[SKRIPSI] Hubungan Konformitas Teman Sebaya dan Intensi Boikot Produk Afiliasi Israel pada Mahasiswa Muslim di Bandung Raya
Agresi Israel terhadap Palestina yang kembali memanas sejak 2023 memicu
gelombang solidaritas global, termasuk boikot produk terafiliasi ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012025S4116 S4116 Ati h Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4116 Ati hPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik xv,; 237 hlm,: Ill 30 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110210077Klasifikasi S4116 Ati hTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SKRIPSIPernyataan Tanggungjawab Atika Shafa Salsabila -
Agresi Israel terhadap Palestina yang kembali memanas sejak 2023 memicu
gelombang solidaritas global, termasuk boikot produk terafiliasi Israel di Indonesia.
Mahasiswa, khususnya generasi Z, terlihat menjadi kelompok yang paling vokal
dalam gerakan ini. Sebagai individu yang berada pada fase emerging adulthood,
mahasiswa cenderung lebih rentan terhadap norma sosial, termasuk pengaruh
teman sebaya. Meskipun berbagai studi sebelumnya telah menyoroti peran nilai
moral, religiusitas, dan kemarahan konsumen dalam kaitannya dengan perilaku
boikot, kajian yang secara spesifik menelusuri peran konformitas teman sebaya
terhadap kecenderungan untuk berpartisipasi dalam boikot, terutama dalam
kerangka Theory of Planned Behavior (TPB), masih terbatas. Penelitian ini
terinspirasi dari studi Tariki dan Shukor (2018, 2019) yang menunjukkan bahwa
konformitas terhadap kelompok referensi berkorelasi positif dengan kesediaan
untuk memboikot, namun belum mengintegrasikan tiga prediktor intensi dalam
kerangka TPB. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan
antara konformitas teman sebaya yang terdiri dari dua aspek, yakni normatif dan
informasional, dengan sikap terhadap perilaku, norma subjektif, serta persepsi
kontrol perilaku dalam konteks boikot produk terafiliasi Israel pada mahasiswa
Muslim di Bandung Raya. Penelitian dilakukan dengan desain kuantitatif
korelasional, melibatkan 106 mahasiswa Muslim sebagai partisipan. Data
dikumpulkan secara daring melalui Google Form menggunakan Susceptibility to
Interpersonal Influence Scale untuk mengukur konformitas teman sebaya dan TPB
Questionnaire untuk mengukur ketiga prediktor intensi boikot. Hasil analisis
menunjukkan bahwa konformitas normatif berkorelasi positif signifikan dengan
norma subjektif (r = 0,272, p < 0,05), sedangkan konformitas informasional
memiliki korelasi positif signifikan dengan sikap terhadap boikot (r = 0,203, p <
0,05) dan norma subjektif (r = 0,426, p < 0,05). Namun, tidak ditemukan hubungan
signifikan antara kedua aspek konformitas teman sebaya dan persepsi kontrol
perilaku. Temuan ini mengindikasikan bahwa konformitas berperan dalam
memperkuat norma subjektif dan sikap positif terhadap boikot, meskipun tidak
secara langsung berkaitan dengan persepsi kontrol perilaku.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






