Skripsi
[SKRIPSI] EKSPLORASI FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB BEAUTY MANAGEMENT BEHAVIOR PADA MAHASISWI PENGGUNA MEDIA SOSIAL
Memasuki usia dewasa awal, perempuan mengalami berbagai tuntutan dan
kebutuhan untuk tampil cantik yang dipenuhi melalui beauty management
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012025S4092 S4092 Her e Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4092 Her ePenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik xii; 173 hlm; 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110210027Klasifikasi S4092 Her eTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SKRIPSIPernyataan Tanggungjawab Herwinda Ayugi Syafitri -
Memasuki usia dewasa awal, perempuan mengalami berbagai tuntutan dan
kebutuhan untuk tampil cantik yang dipenuhi melalui beauty management
behavior. Hal ini semakin didukung oleh adanya media sosial sebagai arus utama
penyebaran tren kecantikan yang memengaruhi praktik beauty management
behavior dari beragam aspek. Melalui penelitian ini, dilakukan eksplorasi
menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengetahui
faktor-faktor yang mendorong beauty management behavior pada mahasiswi
pengguna media sosial. Data diambil melalui wawancara semi-terstruktur dan
observasi pada akun Instagram dan TikTok. Partisipan terdiri dari enam orang
mahasiswi berusia dewasa awal yang aktif menggunakan media sosial. Data
dianalisis menggunakan analisis tematik dan menghasilkan empat tema utama: 1)
Ketika tampil cantik menjadi sebuah keharusan, 2) Beauty management behavior
: lebih dari sekadar bersolek, 3) Social media, the beauty trendsetter, dan 4) My
journey defines my view : beauty beyond appearance. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa beauty management behavior pada perempuan pengguna
media sosial dilakukan sebagai pemenuhan kebutuhan untuk tampil cantik yang
didukung oleh penggunaan media sosial sebagai sumber informasi kecantikan
sekaligus panggung eksistensi diri. Dalam menghadapi berbagai tren yang
menyebar dengan pesat di media sosial, partisipan menunjukkan sikap kritis
terhadap standar kecantikan yang tidak realistis, dan mulai membentuk definisi
cantik yang lebih personal dan fleksibel. Temuan ini mengungkap adanya
dinamika antara pengaruh eksternal dan kesadaran internal dalam membentuk
perilaku kecantikan pada perempuan muda masa kini. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






