Detail Cantuman

Image of [SKRIPSI] HUBUNGAN PSYCHOLOGICAL BARRIERS DENGAN VOLUNTARY SIMPLICITY BEHAVIOR PADA GENERASI Z : STUDI PADA MAHASISWA

Skripsi  

[SKRIPSI] HUBUNGAN PSYCHOLOGICAL BARRIERS DENGAN VOLUNTARY SIMPLICITY BEHAVIOR PADA GENERASI Z : STUDI PADA MAHASISWA


Generasi Z menunjukkan minat tinggi terhadap gaya hidup sederhana (voluntary
simplicity behavior/VSB) sebagai respons terhadap tekanan ekonomi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012025S4095S4095 Kay hPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S4095 Kay h
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xiv; 162 hlm; 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110210012
    Klasifikasi
    S4095 Kay h
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Skripsi
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Generasi Z menunjukkan minat tinggi terhadap gaya hidup sederhana (voluntary
    simplicity behavior/VSB) sebagai respons terhadap tekanan ekonomi dan isu
    lingkungan. Namun, adopsi gaya hidup ini dapat dipengaruhi oleh hambatan
    psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara
    psychological barriers dan VSB pada mahasiswa Universitas Padjadjaran. Melalui
    pendekatan kuantitatif dengan 263 responden, data dikumpulkan menggunakan
    Voluntary Simplicity Engagement Scale dan Dragons of Inaction Psychological
    Barrier Scale. Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa hubungan
    antara psychological barriers dan VSB tidak signifikan (p-value = 0.101), dengan
    kekuatan korelasi yang sangat lemah (ρ = –0.107). Temuan ini mengindikasikan
    bahwa hambatan psikologis tidak cukup kuat memengaruhi VSB, yang lebih
    dipengaruhi oleh motivasi intrinsik dan nilai pribadi seperti self-transcendence, selfenhancement, serta kebutuhan psikologis dasar. Ketidaksignifikanan ini juga sejalan
    dengan low-cost hypothesis, di mana rendahnya biaya pribadi mempermudah
    konversi sikap menjadi perilaku. Namun, dua dimensi spesifik, yakni conflicting
    goals & aspirations dan lacking knowedge menunjukkan hubungan negatif yang
    signifikan secara statistik (p-value < 0.01 dan p-value < 0.05), meskipun kekuatan
    korelasinya tetap lemah (ρ = –0.190 dan ρ = –0.145). Ini menunjukkan bahwa konflik
    tujuan pribadi dan keterbatasan informasi dapat menjadi hambatan dalam
    mengadopsi gaya hidup sederhana. Temuan ini mendukung kerangka Theory of
    Planned Behavior (TPB) dan Norm Activation Model (NAM), yang menekankan
    bahwa sikap, norma sosial, dan norma pribadi memiliki pengaruh lebih besar
    terhadap perilaku dibandingkan hambatan psikologis.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi