Detail Cantuman

Image of [SKRIPSI] CAKRAWALA PERNIKAHAN (MARITAL HORIZON): STUDI KOMPARATIF ANTARA INDIVIDU DEWASA AWAL YANG DIBESARKAN DI KAWASAN URBAN DAN RURAL DI INDONESIA

Skripsi  

[SKRIPSI] CAKRAWALA PERNIKAHAN (MARITAL HORIZON): STUDI KOMPARATIF ANTARA INDIVIDU DEWASA AWAL YANG DIBESARKAN DI KAWASAN URBAN DAN RURAL DI INDONESIA


Meskipun pernikahan masih dianggap penting, semakin banyak dewasa awal yang
menunda atau mempertanyakan urgensinya. Penelitian ini ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012025S4087S4087 Ter cPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S4087 Ter c
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xiv; 194 hlm; 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110210071
    Klasifikasi
    S4087 Ter c
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Skripsi
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Meskipun pernikahan masih dianggap penting, semakin banyak dewasa awal yang
    menunda atau mempertanyakan urgensinya. Penelitian ini membandingkan
    pandangan dewasa awal yang dibesarkan di kawasan urban dan rural terkait (1)
    prioritas menikah saat ini, (2) usia ideal menikah, dan (3) kriteria kesiapan menikah,
    menggunakan kuesioner marital horizon versi Indonesia dari Carroll et al.
    Diperoleh sebanyak 423 partisipan berusia 24–34 tahun (mean = 26,24; SD = 2,28)
    melalui cluster sampling. Analisis deskriptif dan uji Mann Whitney menunjukkan
    kelompok rural menganggap menikah lebih penting berdasarkan kondisinya saat ini
    dibandingkan kelompok urban; usia ideal menikah adalah 28 tahun (urban = 29,17;
    rural = 27,99) atau selisih 2 tahun dari usia sekarang (urban = 2,96; rural = 1,71).
    Beberapa kriteria yang harus dipenuhi sebelum siap untuk menikah meliputi
    kebergantungan, keterampilan interpersonal, dan kepatuhan pada nilai dan norma.
    Penelitian ini menunjukkan perbedaan signifikan dalam marital horizon antara
    kelompok urban dan rural, mencerminkan variasi persepsi pernikahan berdasarkan
    latar belakang lingkungan tempat individu dibesarkan. Penelitian selanjutnya
    disarankan menggunakan metode yang beragam, mempertimbangkan metode
    kualitatif atau campuran, memperluas rentang usia partisipan, serta
    mempertimbangkan faktor sosial budaya dan kombinasi gender-lokasi untuk
    pemahaman marital horizon yang lebih mendalam dan representatif.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi