Skripsi
[SKRIPSI] STUDI FENOMENOLOGI MENGENAI SELF-PERCEPTION OF AGING PADA MAHASISWA PASCA PANDEMI COVID-19
Pandemi COVID-19 merupakan sebuah peristiwa global yang memengaruhi
berbagai aspek kehidupan umat manusia. Self-perception of aging tentunya ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012025S4081 S4081 Dha a Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4081 Dha sPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik xiv; 131 hlm; 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110210132Klasifikasi S4081 Dha sTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SkripsiPernyataan Tanggungjawab Dharanindra Abdilla -
Pandemi COVID-19 merupakan sebuah peristiwa global yang memengaruhi
berbagai aspek kehidupan umat manusia. Self-perception of aging tentunya tidak
luput dari itu. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan self-perception of
aging (SPA) pada mahasiswa yang mengalami fenomena pandemic skip pasca
Pandemi COVID-19. Sampel mahasiswa diambil di Universitas Padjadjaran.
Fenomena pandemic skip merujuk pada kondisi ketika individu merasa usianya
lebih muda dari usia kronologisnya akibat dampak pandemi. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi dan melibatkan
lima partisipan yang dipilih melalui teknik criterion sampling. Data dikumpulkan
melalui wawancara mendalam dan dianalisa menggunakan Interpretative
Phenomenological Analysis (IPA). Metode ini digunakan untuk dapat menangkap
lebih dalam self-perception of aging individu yang pastinya memiliki keunikan
tersendiri antar individu. Penelitian ini menemukan bahwa self-perception of aging
dari Mahasiswa Universitas Padjadjaran pasca Pandemi COVID-19 cenderung
negatif. Berbeda dengan “feeling younger” dewasa akhir atau lansia, subjective age
partisipan muncul karena sebuah peristiwa (pandemi) yang menyebabkan mereka
merasa usianya “stuck”. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pandemic skip
menyebabkan distorsi persepsi waktu dan usia, ketidaksiapan menghadapi
kedewasaan, serta perasaan tertinggal. Namun, partisipan juga menunjukkan upaya
untuk menyesuaikan diri melalui dukungan internal (growth mindset, resiliensi) dan
eksternal (lingkungan sosial, perkuliahan). Temuan ini mengungkap bahwa SPA
pada emerging adulthood bersifat multidimensi dan dipengaruhi oleh konteks
historis serta pengalaman personal. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis
dalam memahami SPA di Indonesia dan praktis dalam meningkatkan kesadaran
akan pentingnya persepsi positif terhadap penuaan. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






