Detail Cantuman

Image of [TESIS] MELAWAN STEREOTIP GENDER: STUDI FENOMENOLOGIS TENTANG PEREMPUAN BERPENDIDIKAN TINGGI DI BUDAYA SUNDA

Tesis  

[TESIS] MELAWAN STEREOTIP GENDER: STUDI FENOMENOLOGIS TENTANG PEREMPUAN BERPENDIDIKAN TINGGI DI BUDAYA SUNDA


Terbukanya akses terhadap pendidikan disertai meningkatnya kesadaran akan pentingnya
pendidikan bagi perempuan, telah mendorong semakin banyak ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19042025T0953T0953 Sal mPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Tesis)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T0953 Sal m
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    ix., 246 hlm.: ill.; 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190120220511
    Klasifikasi
    T0953 Sal m
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Tesis
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Terbukanya akses terhadap pendidikan disertai meningkatnya kesadaran akan pentingnya
    pendidikan bagi perempuan, telah mendorong semakin banyak perempuan Sunda untuk melanjutkan
    studi. Namun, stereotip gender khususnya di pedesaan dengan kondisi ekonomi menengah masih
    menjadi hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman perempuan Sunda
    yang belum menikah dan sedang menempuh studi lanjutan pada dua universitas di Kota Bandung
    dalam menghadapi stereotip gender. Pendekatan kualitatif fenomenologi digunakan untuk menggali
    pengalaman partisipan. Penelitian ini melibatkan empat partisipan dari Garut yang sedang
    menempuh pendidikan profesi dan magister. Data diperoleh melalui wawancara mendalam,
    dianalisis menggunakan interpretative phenomenological analysis. Hasil penelitian menemukan
    lima tema utama. tema pertama, "mimpi perempuan dibatasi norma budaya dan sosial",
    menggambarkan stereotip bahwa pernikahan sebagai parameter kehidupan dan ranah domestik
    sebagai hambatan eksplorasi. Tema kedua, "ketegangan antara aspirasi akademik dan tuduhan
    pembangkangan", menggambarkan beberapa masyarakat memandang perempuan yang melanjutkan
    studi menyalahi ideal bagaimana perempuan Sunda. Tema ketiga, "belenggu penilaian sosial
    membebani perempuan", menceritakan bagaimana penilaian sosial menghalangi perempuan
    menjadi diri sendiri, memengaruhi kondisi emosional mereka, dan menyebabkan mereka
    menghindari lingkungan sekitar. Tema keempat, "memilih fokus pada diri di tengah suara yang
    menghakimi", menunjukkan respons partisipan ketika mendapatkan stereotip gender. Tema kelima,
    "dukungan sebagai penopang menghadapi penilaian sosial", menggambarkan dukungan keluarga,
    pasangan, teman, dan tokoh parasosial dalam membantu menghadapi stereotip dan menjalani
    pendidikan. Dengan demikian, stereotip gender masih dialami partisipan yang berasal dari keluarga
    besar dan tetangga, namun tidak mematahkan semangat untuk melanjutkan studi berkat dukungan
    penuh dari orang terdekat. Temuan ini menekankan pentingnya dukungan dan fokus pada diri yang
    membantu bertahan menghadapi tekanan berbasis gender.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi