Skripsi
[SKRIPSI] DIBALIK KATA "GAPAPA": EKSPRESI MARAH KEPADA PACAR DALAM BENTUK TULISAN SAAT TEXTING
Texting yang umum digunakan oleh individu dewasa awal yang menjalin hubungan
romantis dapat meningkatkan terjadinya miskomunikasi, yang salah ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012025S4079 S4079 Ais d Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4079 Ais dPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik xiv; 356 hlm; 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110210073Klasifikasi S4079 Ais dTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SkripsiPernyataan Tanggungjawab Aisyiyah Nindita -
Texting yang umum digunakan oleh individu dewasa awal yang menjalin hubungan
romantis dapat meningkatkan terjadinya miskomunikasi, yang salah satunya
disebabkan karena salah mengartikan emosi pasangan. Miskomunikasi yang sering
terjadi dalam hubungan romantis dapat memicu terjadinya konflik, sehingga
memunculkan emosi marah yang akan berperan dalam penyelesaian konflik
tersebut. Ekspresi emosi marah yang dilakukan melalui texting memiliki tantangan
tersendiri karena adanya aturan penulisan yang berbeda dari bahasa tertulis pada
umumnya. Namun, di Indonesia belum terdapat penelitian terkait hal tersebut. Oleh
karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan variasi bahasa yang
digunakan oleh individu dewasa awal untuk mengekspresikan emosi marah kepada
pasangan, serta menjelaskan proses mental dan pembelajaran dari lingkungan sosial
yang mendasari terbentuknya variasi bahasa tersebut. Penelitian ini menggunakan
rancangan penelitian kualitatif deskriptif, dengan partisipan berjumlah 8 orang,
berusia 18-22 tahun, dan sedang menjalin hubungan romantis. Berdasarkan hasil
analisis tematik, ditemukan 5 tema utama, yaitu (1) Amarah dalam layar: Jejak
kemarahan dalam texting, (2) Dari "okeyyyy" ke "ok": Ketika amarah
mempengaruhi cara merespon pasangan, (3) Kisah tentang amarah: Mengurai asal
muasal, luapan isi hati, hingga upaya merajut kembali ketenangan dalam hubungan,
(4) Dari pikiran dan hati ke keyboard: Proses pengungkapan amarah dalam kata;
dan (5) Bisikan suara hati: Untaian harapan dibalik amarah. Hasil penelitian ini
mengkonfirmasi bukti empiris sebelumnya terkait ekspresi emosi marah kepada
pasangan dan terkait gaya penulisan saat texting, tetapi juga menemukan wawasan
baru terkait penggunaan kata yang secara harfiah tidak terkait dengan emosi marah
untuk mengekspresikan emosi marah kepada pasangan melalui texting.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






