Skripsi
[SKRIPSI] GAMBAAN MOTIVASI COSPLAYER UNTUK MELAKUKAN COSPLAY PADA COSPLAYER DI BANDUNG
Pada era saat ini banyak sekali budaya-budaya populer yang masuk ke Indonesia,
salah satunya adalah cosplay. Semakin banyaknya festival Jepang ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012025S4073 S4073 Aji p Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4073 Aji pPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik xiv; 143 hlm; 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110210063Klasifikasi S4073 Aji pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SkripsiPernyataan Tanggungjawab Ajie Muhammad Ichsan Susila -
Pada era saat ini banyak sekali budaya-budaya populer yang masuk ke Indonesia,
salah satunya adalah cosplay. Semakin banyaknya festival Jepang atau Matsuri
yang diadakan di Indonesia menjadi penanda meningkatnya jumlah cosplayer di
Indonesia, salah satunya di Kota Bandung. Namun dalam melakukan cosplay,
seorang cosplayer akan mengeluarkan biaya yang besar. Walaupun dalam festival
Jepang diadakan lomba, hal ini tidak bisa mengembalikan biaya yang dikeluarkan,
sehingga terdapat suatu dorongan yang menyebabkan cosplayer ingin untuk
melakukan cosplay. Dorongan ini disebut dengan motivasi. Dalam Self
Determination Theory, motivasi dibagi menjadi motivasi intrinsik dan ekstrinsik,
serta dapat dipengaruhi oleh berbagai hal. Penelitian ini bertujuan untuk menggali
gambaran motivasi cosplayer untuk melakukan cosplay pada cosplayer di
Bandung, serta menjelaskan bagaimana perbedaan motivasi pada cosplayer
memengaruhi perilaku cosplay pada cosplayer di Bandung. Penelitian ini
dilakukan dengan metode studi kasus, dengan informan sebanyak tiga orang
cosplayer Bandung. Pengumpulan data menggunakan semi-structured interview
dan photo-elicitation dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian ini
menemukan gambaran motivasi pada cosplayer melalui needs satisfaction dari
kebutuhan psikologis dasar yang ada pada Self-Determination Theory yaitu
otonomi (autonomy), kompetensi (competence), dan hubungan (relatedness).
Kebutuhan psikologis dasar otonomi terpenuhi melalui “this is my favorite
character!”; “this is literally me!”; dan “what’s the ideal cosplay?.” Kebutuhan
dasar kompetensi terpenuhi melalui “learn new things through cosplay”,
“competitive side of cosplay”, dan “cosplay is challenging.” Kebutuhan dasar
hubungan terpenuhi melalui “to meet people who shares common interests”,
“others recognize my cosplay!”; dan “support from others.” Ditemukan juga
perbedaan pada motivasi cosplayer dalam jenis motivasi dan tingkat regulasi.
Terdapat cosplayer yang memiliki motivasi intrinsik dengan intrinsik regulation,
dan cosplayer yang memiliki motivasi ekstrinsik dengan identified regulation.
Ditemukan juga bahwa cosplayer memiliki autonomous orientation dan jenis
tujuan intrinsik. Hasil temuan ini menjadi bukti empiris mengenai gambaran
motivasi pada cosplayer melalui Self-Determination Theory, dan perbedaan
motivasi yang ada pada cosplayer dalam melakukan cosplay. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






