Skripsi
[SKRIPSI] GAMBARAN PENGALAMAN AKADEMIK SISWA YANG MEMILIKI ORANG TUA DENGAN PROFESI GURU
Stres akademik merupakan kondisi ketika tuntutan akademik melebihi kapasitas
individu dan memicu reaksi fisik, emosional, perilaku, maupun ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012025S4070 S4070 Rev g Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4070 Rev gPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik xiii; 170 hlm; 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110210118Klasifikasi S4070 Rev gTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SkripsiPernyataan Tanggungjawab Reviany Marliana -
Stres akademik merupakan kondisi ketika tuntutan akademik melebihi kapasitas
individu dan memicu reaksi fisik, emosional, perilaku, maupun kognitif. Namun,
pengalaman akademik siswa tidak hanya berkisar pada tekanan, melainkan juga
mencakup dinamika dukungan, pembentukan identitas, dan strategi bertahan
dalam kehidupan akademik yang bersifat multidimensional. Penelitian ini
bertujuan untuk memahami secara mendalam gambaran pengalaman akademik
dan stres akademik yang dialami oleh siswa yang memiliki orang tua berprofesi
sebagai guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
fenomenologi, melibatkan 14 partisipan yang terdiri dari siswa SMP dan SMA.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, dengan analisis
data menggunakan analisis tematik berdasarkan pendekatan Creswell. Analisis
data merujuk pada teori stres akademik Gadzella serta kerangka konseptual
Barseli. Hasil penelitian mengungkap lima tema utama: (1) Sekolah bukan
sekadar belajar dan belajar bukan sekadar di sekolah, (2) Hidup dengan label anak
guru, (3) Dukungan akademik dengan kemasan unik dalam keluarga guru, (4)
Stres akademik berada di sekelilingku, dan (5) Seni bertahan di tengah badai
akademik. Temuan ini memperlihatkan bahwa identitas sebagai anak guru
membentuk pengalaman belajar yang khas, mencakup ekspektasi sosial, tekanan
psikologis, serta akses terhadap sumber daya akademik. Pengalaman ini tidak
hanya memunculkan tekanan, tetapi juga menunjukkan potensi ketahanan, refleksi
diri, serta pola dukungan yang unik dalam keluarga guru. Identitas ini menjadi
pedang bermata dua, di satu sisi memberi keuntungan dalam proses belajar,
namun di sisi lain menghadirkan tekanan dan tuntutan tersirat dari lingkungan.
Dengan demikian, pengalaman akademik siswa merupakan pengalaman yang
kompleks dan subjektif, dipengaruhi oleh interaksi antara tekanan eksternal dan
persepsi internal. Hasil ini diharapkan menjadi landasan bagi pendekatan
pendampingan yang lebih empatik dan kontekstual agar siswa tetap memiliki
ruang untuk bertumbuh secara akademik dan personal. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






