
Skripsi
[SKRIPSI] Hubungan Prosocial Behavior dengan Psychological Well-being pada Peer Counselor
Keterbatasan akses terhadap tenaga profesional menjadikan peer
counselor sebagai alternatif untuk menjembatani kesenjangan layanan
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012025S4064 S4064 Nat h Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4064 Nat hPenerbit Perpustakaan Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik xiv., 131 hlm.: ill.; 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110210141Klasifikasi S4064 Nat hTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SKRIPSIPernyataan Tanggungjawab NATASYA FLORIANTY WAHYUNING TYAS PRASETYO -
Keterbatasan akses terhadap tenaga profesional menjadikan peer
counselor sebagai alternatif untuk menjembatani kesenjangan layanan
psikologis di tengah tingginya prevalensi gangguan mental di Indonesia.
Peran ini dijalankan secara sukarela, sehingga diasumsikan bahwa peer
counselor memiliki kecenderungan perilaku prososial yang tinggi dalam
kehidupan sehari-hari. Berdasarkan literatur, perilaku prososial memiliki
keterkaitan dengan psychological well-being. Penelitian ini bertujuan
mengetahui hubungan antara prosocial behavior dan psychological wellbeing pada peer counselor. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan desain
korelasional non-eksperimental, melibatkan 81 peer counselor yang
direkrut melalui teknik convenience sampling. Pengambilan data dilakukan
secara daring dengan menggunakan alat ukur Prosocialness Scale for Adults
(Caprara et al., 2005; Sefianmi et al., 2023) dan 18-item Ryff’s
Psychological Well-Being Scale (Humaidah & Mulyono, 2025; Ryff, 1989).
Hasil analisis Pearson Product Moment menunjukkan tidak ditemukan
hubungan signifikan antara prosocial behavior dan psychological wellbeing secara keseluruhan. Namun, ditemukan hubungan positif signifikan
yang lemah antara prosocial behavior dan dimensi environmental mastery.
Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku prososial tidak secara umum
berkontribusi terhadap psychological well-being, melainkan hanya
berkaitan dengan aspek tertentu, yaitu kemampuan individu dalam
mengelola kehidupan sehari-hari. Hasil ini menegaskan bahwa
psychological well-being merupakan konstruk yang kompleks dan
dipengaruhi oleh berbagai faktor selain perilaku prososial. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






