Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

[SKRIPSI] Hubungan Self-Oriented Perfectionism dan Socially-Prescribed Perfectionism dengan Fear of Happiness pada Mahasiswa


Di negara dengan budaya kolektivis seperti Indonesia, fear of happiness atau
kepercayaan bahwa kebahagiaan dapat memiliki konsekuensi negatif ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012025S4061S4061 Ghi hPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S4061 Ghi h
    Penerbit Perpustakaan Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xvii., 101 hlm.: ill.; 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110210102
    Klasifikasi
    S4061 Ghi h
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Di negara dengan budaya kolektivis seperti Indonesia, fear of happiness atau
    kepercayaan bahwa kebahagiaan dapat memiliki konsekuensi negatif masih kerap
    ditemukan. Salah satu faktor yang ditemukan kuat berkorelasi dengan fear of
    happiness adalah perfectionism. Fenomena perfectionism pun masih kerap terjadi,
    khususnya pada populasi mahasiswa. Mengingat banyaknya mahasiswa di
    Indonesia, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-oriented
    perfectionism dan socially-prescribed perfectionism, dengan fear of happiness pada
    mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain
    korelasional. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner daring terhadap
    344 mahasiswa aktif program sarjana Universitas Padjadjaran, yang diperoleh
    melalui teknik multi-stage cluster sampling. Alat ukur yang digunakan adalah
    subskala self-oriented perfectionism dan socially-prescribed perfectionism dari
    Multidimensional Perfectionism Scale, serta Fear of Happiness Scale yang telah
    diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Hasil analisis korelasi Spearman's rho
    menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara self-oriented
    perfectionism dengan fear of happiness, sehingga dapat dikatakan bahwa tinggi atau
    rendahnya self-oriented perfectionism tidak berhubungan dengan tingkatan fear of
    happiness seseorang. Namun, terdapat hubungan signifikan dan positif antara
    socially-prescribed perfectionism dengan fear of happiness, sehingga dapat
    diinterpretasikan bahwa makin tinggi socially-prescribed perfectionism
    mengindikasikan kemungkinan makin tinggi pula fear of happiness yang dirasakan.
    Temuan penelitian ini mengimplikasikan pentingnya menyadari bahwa persepsi
    terkait standar tinggi dari orang lain berhubungan dengan ketakutan akan
    kebahagiaan, baik bagi bagi mahasiswa, maupun orang tua, tenaga pendidik,
    instansi pendidikan, dan praktisi kesehatan mental. Kesadaran awal tersebut dapat
    membantu mencegah ataupun mengelola dampak negatif yang dapat menyertai
    hubungan antara kedua variabel.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi