
Skripsi
[SKRIPSI] Hubungan Perceived Father Involvement dalam Pengasuhan dengan Kapasitas Intimacy Wanita dalam Hubungan Romantis
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived
father involvement yang ditinjau dari nurturant fathering dan reported ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012025S4060 S4060 Raf h Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4060 Raf hPenerbit Perpustakaan Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik xiii., 126 hlm.: ill.; 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110210037Klasifikasi S4060 Raf hTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SKRIPSIPernyataan Tanggungjawab RAFELIA INDIRA -
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived
father involvement yang ditinjau dari nurturant fathering dan reported father
involvement dengan kapasitas intimacy wanita dewasa awal dalam hubungan
romantis. Nurturant fathering mengacu pada kualitas afektif dan dukungan
emosional yang diberikan ayah dalam pengasuhan, seperti penerimaan, penolakan,
dan kehangatan, sedangkan reported father involvement mengacu pada pengalaman
retrospektif anak terhadap keterlibatan ayahnya pada domain kehidupan yang
berbeda. Kapasitas intimacy mencerminkan kemampuan individu untuk menjalin
relasi interpersonal yang bersifat pribadi dengan orang lain, khususnya pasangan
romantis. Terdapat 471 partisipan wanita berusia 18–25 tahun yang berpartisipasi
dengan mengisi kuesioner Nurturant Fathering Scale (NFS), Reported Father
Involvement Scale (FIS-R), dan Kapasitas Intimacy. Hasil analisis menemukan
bahwa adanya hubungan signifikan antara nurturant fathering dengan kapasitas
intimacy (r = .093) dan antara reported father involvement dengan kapasitas
intimacy (r = .172). Akan tetapi, derajat korelasi sangat rendah. Temuan ini
menunjukkan bahwa keterlibatan ayah, baik keterlibatan nurturant fathering
maupun reported father involvement, memainkan peran terbatas terhadap
kemampuan wanita menjalin relasi interpersonal yang bersifat pribadi dengan
pasangannya. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan kontribusi faktor lain, seperti
peran ibu, keharmonisan hubungan orang tua, dan relasi dengan teman sebaya. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






