Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

[SKRIPSI] Studi Korelasi antara Preferensi Musik dan Strategi Regulasi Emosi pada Individu Emerging Adult Pengguna Spotify di Indonesia


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara preferensi
musik dengan strategi regulasi emosi pada individu emerging adult ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012025S4039S4039 Ana sPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S4039 Ana s
    Penerbit Perpustakaan Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xiii., 133 hlm.: ill.; 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110210010
    Klasifikasi
    S4039 Ana s
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara preferensi
    musik dengan strategi regulasi emosi pada individu emerging adult pengguna
    Spotify di Indonesia. Penelitian ini berawal dari pernyataan yang menyatakan
    bahwa emerging adult menempatkan aktivitas mendengarkan musik di urutan
    pertama di antara aktivitas waktu luang mereka. Data pada penelitian terdahulu
    menunjukkan bahwa pendengar musik di Indonesia rata-rata menghabiskan waktu
    27,2 jam untuk mendengarkan musik setiap pekan. Dilaporkan pula bahwa 59%
    gen Z Indonesia memilih genre pop sebagai genre musik favorit. Mayoritas
    pendengar musik melaporkan bahwa mereka paling menyukai platform streaming
    musik Spotify, yaitu sebanyak 61%. Individu seringkali memilih musik yang
    sesuai dengan situasi emosional mereka, atau untuk mencapai situasi emosional
    tertentu karena mendengarkan musik, pemilihan suatu jenis musik tertentu
    diartikan sebagai preferensi musik yang terbagi ke dalam 4 faktor berdasarkan
    karakteristik musik, yaitu Reflective and Complex, Upbeat and Conventional,
    Energetic and Rhythmic, dan Intense and Rebellious (Rentfrow & Gosling, 2003).
    Musik dapat membantu individu dalam meregulasi emosi untuk membantu
    mengatasi stres, meningkatkan resiliensi, well-being, performa, hubungan
    interpersonal, berperan sebagai faktor protektif terhadap masalah kesehatan
    mental, serta mengarah pada kesehatan yang lebih baik. Dalam meregulasi emosi,
    setiap orang memiliki strateginya masing-masing yang dapat berupa Cognitive
    Reappraisal maupun Expressive Suppression (Gross, 2014). Preferensi musik
    diukur menggunakan alat ukur Short Test of Music Preferences (STOMP),
    sedangkan strategi regulasi emosi dikaji menggunakan alat ukur Emotion
    Regulation Questionnaire (ERQ). Partisipan merupakan individu emerging adult
    dalam rentang usia 18-25 tahun, dengan kewarganegaraan Indonesia, dan
    merupakan pengguna Spotify yang diambil menggunakan metode Convenience
    Sampling sejumlah 269 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah
    pendekatan kuantitatif dengan analisis hubungan antar variabel menggunakan uji
    korelasi Spearman’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang
    signifikan antara preferensi musik Upbeat and Conventional (r = 0.024, p < 0.05)
    serta Energetic and Rhythmic (r = 0.043, p < 0.05) dengan strategi regulasi emosi
    Cognitive Reappraisal.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi