
Skripsi
[SKRIPSI] HUBUNGAN SPOUSAL SUPPORT DENGAN PARENTAL BURNOUT PADA FIRST-TIME MOTHERS
Masa transisi menjadi ibu untuk pertama kalinya merupakan periode penuh
tantangan yang melibatkan perubahan fisik, emosional, dan sosial, ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012025S4005 S4005 Zah h Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4005 Zah hPenerbit Perpustakaan Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik xviii., 130 hlm.: ill.; 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110210046Klasifikasi S4005 Zah hTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SKRIPSIPernyataan Tanggungjawab Zahra Fahrani -
Masa transisi menjadi ibu untuk pertama kalinya merupakan periode penuh
tantangan yang melibatkan perubahan fisik, emosional, dan sosial, serta berisiko
menimbulkan parental burnout jika tidak didukung secara memadai. Dukungan
suami sebagai figur signifikan menjadi aspek penting dalam menjaga kesehatan
mental ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara dukungan
suami (spousal support) dan parental burnout pada first-time mothers di
Indonesia. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan melibatkan total partisipan
adalah 210 orang. Akan tetapi, terdapat 26 data yang tidak lolos uji manipulasi
sehingga data yang diolah berjumlah 184 data. Seluruh partisipan merupakan
first-time mothers atau ibu baru yang memiliki satu anak dengan usia maksimal 5
tahun dan tinggal bersama suami. Usia partisipan berkisar 17–41 tahun (M =
28,38; SD = 4,41) dan usia pernikahan antara 1–16 tahun (M = 3,88; SD = 1,81).
Spousal support diukur dengan Receipt of Spousal Support Items dan parental
burnout diukur menggunakan Parental Burnout Assessment (PBA-ID). Keduanya
telah tervalidasi dalam bahasa Indonesia. Hasil korelasi spearman’s rho
menunjukkan adanya hubungan negatif (r = –0,217) antara dukungan suami
(spousal support) dengan parental burnout pada ibu yang baru pertama kali
menjadi orang tua (first-time mothers). Seluruh dimensi dukungan suami (spousal
support), yaitu dukungan emosional (emotional concern), dukungan praktis
(instrumental assistance), dukungan informasi (informational support), dan
dukungan evaluatif (appraisal support) juga berhubungan negatif berderajat
lemah dengan parental burnout dan kelelahan emosi (emotional exhaustion) yang
merupakan gejala awal dari parental burnout. Meskipun dalam penelitian ini
prevalensi parental burnout cukup rendah (0,5%), dirasakannya emotional
exhaustion sebagai gejala awal parental burnout tetap menunjukkan urgensi untuk
intervensi dini guna mencegah perkembangan gejala parental burnout yang lebih
berat.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






