
Skripsi
[SKRIPSI] Self-Construal sebagai Moderator dalam Hubungan Pain Sesnitivity dan Pain Empathy
Menurunnya respons empati terhadap pengalaman dan ekspresi nyeri orang lain
di ruang publik, terutama pada budaya kolektivistik seperti ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012025S4016 S4016 Tia s Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4016 Tia sPenerbit Perpustakaan Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik xvi., 176 hlm.: ill.; 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110210111Klasifikasi S4016 Tia sTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SKRIPSIPernyataan Tanggungjawab Tiara Nafisa Ash-Shafiya -
Menurunnya respons empati terhadap pengalaman dan ekspresi nyeri orang lain
di ruang publik, terutama pada budaya kolektivistik seperti Indonesia,
menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor psikologis yang dapat
memengaruhi fenomena tersebut. Secara teoretis, salah satu faktor yang relevan
dalam membentuk respons empati seseorang adalah self-construal, yaitu cara
individu memaknai dirinya dalam relasi sosial. Studi ini bertujuan untuk menguji
potensi peran self-construal dalam memoderasi hubungan antara pain sesitvitiy
(first-hand pain experience) dengan pain empathy (respons empati terhadap nyeri
orang lain; observed pain). Sebanyak 232 mahasiswa berusia 18–25 tahun (lakilaki = 114, perempuan = 118) berpartisipasi dengan mengisi Pain Sensitivity
Questionnaire (PSQ), Interpersonal Reactivity Index (IRI), dan Singelis SelfConstrual Scale (SSCS) versi Bahasa Indonesia. Uji asumsi menunjukkan
distribusi data tidak normal dan non-linear, sehingga analisis dilakukan melalui
interpretasi perbedaan kekuatan korelasi antar-kelompok self construal
(interdependent vs independent) dengan koefisien Spearman. Hasilnya
mengindikasikan bahwa kecenderungan self-construal berpotensi memengaruhi
kekuatan hubungan antara pain sensitivity dan pain empathy pada dimensi yang
berbeda. Pada kelompok interdependent, korelasi pain sensitivity dengan
empathic concern (empati afektif) lebih kuat. Sebaliknya, pada kelompok
independent, korelasi yang lebih menonjol muncul antara pain sensitivity dan
perspective taking (empati kognitif). Temuan ini mengindikasikan bahwa selfconstrual dapat menjadi faktor yang relevan dalam memengaruhi bagaimana
individu memproses pengalaman nyeri dan merespons penderitaan orang lain,
khususnya dalam konteks sosial-budaya masyarakat Indonesia.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






