Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

[SKRIPSI] Studi Kualitatif Perbedaan Attitude Terhadap Beauty Standard Antara Remaja Awal Perempuan di Area Urban dan Rural Menggunakan Collective Case Study


Beauty standard selalu berkembang seiring dengan berjalannya waktu.
Penelitian menunjukkan bahwa beauty standard mempengaruhi kehidupan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012025S4015S4015 Reg sPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S4015 Reg s
    Penerbit Perpustakaan Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xii., 225 hlm.: ill.; 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110210057
    Klasifikasi
    S4015 Reg s
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Beauty standard selalu berkembang seiring dengan berjalannya waktu.
    Penelitian menunjukkan bahwa beauty standard mempengaruhi kehidupan sosial
    individu dan menjadi signifikan terutama pada remaja awal perempuan, yang
    sedang mengalami penyesuaian pada aspek fisik dan sosial. Berbagai penelitian
    menemukan adanya perbedaan antara beauty standard di area urban dan rural
    yang akan berpengaruh terhadap pembentukan attitude terhadap beauty standard
    itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk memahami perbedaan attitude terhadap
    beauty standard antara remaja awal perempuan di area urban dan rural. Attitude
    diukur melalui tiga dimensi respon: kognitif, afektif, dan perilaku partisipan
    terkait beauty standard. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan
    desain collective case study. Data diperoleh melalui tiga metode pengumpulan
    data: wawancara semi-terstruktur, penulisan jurnal pribadi oleh partisipan selama
    tujuh hari, dan field notes. Terdapat total empat partisipan dengan rincian dua
    partisipan dari masing-masing kasus, yaitu kasus urban dan kasus rural. Analisis
    dilakukan menggunakan thematic analysis yang kemudian menghasilkan enam
    tema besar: (1) Awal mula konsep kecantikan terbentuk, (2) Beauty is in the eye
    of the beholder, (3) The two shades of emotions, (4) Langkah menuju kecantikan
    ideal, (5) To be pretty is to be privileged, dan (6) The pain and the gain. Hasil
    temuan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan attitude terhadap beauty standard
    di antara keduanya. Remaja awal perempuan di area urban memiliki pemikiran
    bahwa beauty standard merupakan tekanan yang perlu dipenuhi, perasaan negatif
    yang mendominasi terkait beauty standard, dan perilaku yang bertujuan untuk
    memenuhi beauty standard agar dapat terhindar dari hukuman sosial berupa
    penilaian negatif, sehingga membentuk attitude yang negatif terhadap beauty
    standard. Sementara itu, remaja awal perempuan di area rural memiliki pemikiran
    bahwa beauty standard bukanlah tekanan yang perlu dipenuhi, perasaan baik
    positif maupun negatif berkaitan tentang beauty standard, dan perilaku yang
    memang bertujuan untuk memenuhi beauty standard tetapi tanpa adanya tekanan
    tertentu, sehingga membentuk attitude yang netral terhadap beauty standard.
    Perbedaan ini secara keseluruhan disebabkan oleh adanya perbedaan paparan
    media sosial, akses terhadap industri kecantikan, dan tekanan sosial yang
    dirasakan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi