Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

[SKRIPSI] PERAN PENGGUNAAN HIGHLY VISUAL SOCIAL MEDIA (HVSM) TERHADAP DISORDERED EATING BEHAVIOR (DEB) PADA REMAJA


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penggunaan highly visual social
media (HVSM) terhadap disordered eating behavior (DEB) pada ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012025S4017S4017 Ang pPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S4017 Ang p
    Penerbit Perpustakaan Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xiv., 170 hlm.: ill.; 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110210125
    Klasifikasi
    S4017 Ang p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penggunaan highly visual social
    media (HVSM) terhadap disordered eating behavior (DEB) pada remaja. Hal ini
    dilatarbelakangi oleh data yang menunjukkan bahwa 79,50% (221 juta jiwa)
    penduduk Indonesia telah terkoneksi internet. Internet ditemukan paling sering
    digunakan untuk mengakses media sosial. Salah satu bentuk media sosial adalah
    HVSM, yakni platform media sosial yang fokus pada penyebarluasan konten kaya
    visual (gambar/video). Penelitian terdahulu menemukan bahwa kelompok yang
    paling terpapar HVSM adalah remaja. Aktivitas yang sering remaja lakukan
    dalam HVSM merujuk pada Penggunaan HVSM. Penggunaan HVSM ditemukan
    memunculkan dampak negatif terhadap remaja, salah satunya DEB, yakni
    perilaku makan yang bermasalah. Pengukuran penggunaan HVSM didasari oleh
    Sharma & Vidal (2023) serta Sidani et al., (2016). Pengukuran DEB didasari oleh
    alat ukur EAT-26 yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh
    Maranantha & Novianty (2022). Penelitian ini meneliti 196 responden dengan
    karakteristik (1) remaja berusia 10–18 tahun; (2) berdomisili di jawa barat; (3)
    tidak terdiagnosa memiliki gangguan makan; (4) menggunakan HVSM secara
    aktif. Untuk mengetahui peran penggunaan HVSM terhadap DEB, dilakukan uji
    regresi linear sederhana dengan hasil terdapat peran HVSM terhadap DEB dengan
    kontribusi lemah (R²=0,045). Sebanyak 72,4% responden termasuk dalam
    kategori penggunaan HVSM tinggi serta sebanyak 68,7% responden termasuk
    dalam kategori DEB rendah. Berdasarkan uji Mann-Whitney, ditemukan
    perbedaan antar tingkat alasan penggunaan HVSM terhadap salah satu dimensi
    DEB, yakni dieting. Namun, tidak ditemukan perbedaan antar jenis kelamin serta
    antar quartal durasi penggunaan HVSM.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi