Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

[SKRIPSI] GAMBARAN PENGALAMAN DEPRESI DAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING: STUDI KASUS PADA PENYINTAS GANGGUAN DEPRESI USIA 18-25 TAHUN


Gangguan depresi dapat didefinisikan sebagai gangguan mental yang
kronis dan dapat mengganggu keseharian pengidapnya. Menurut DSM V, tipe

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012025S4018S4018 Kin gPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S4018 Kin g
    Penerbit Perpustakaan Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xv., 168 hlm.: ill.; 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110210131
    Klasifikasi
    S4018 Kin g
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Gangguan depresi dapat didefinisikan sebagai gangguan mental yang
    kronis dan dapat mengganggu keseharian pengidapnya. Menurut DSM V, tipe
    gangguan depresi yang paling umum diidap adalah major depressive disorder.
    Pada tahun 2018, di Indonesia, angka gangguan depresi menyentuh 6.1%, dengan
    mayoritas rentang usia yang mengidap gangguan depresi adalah 15-24 tahun.
    Rentang usia tersebut tergolong ke dalam fase perkembangan emerging adulthood.
    Dalam tahapan ini, seorang individu melalui masa pendekatan kepada orang-orang
    di sekitar, namun jika mereka tidak mampu melakukan hal tersebut, mereka akan
    mengalami isolasi dan berisiko untuk terkena gangguan depresi. Salah satu
    indikator seseorang mengalami gangguan depresi adalah memiliki tingkat
    psychological well-being yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti
    gambaran psychological well-being pada penyintas gangguan depresi usia 18-25
    tahun. Pendekatan kualitatif studi kasus digunakan dengan melibatkan 5 penyintas
    gangguan depresi berusia 18-25 tahun (M=23). Partisipan dipilih menggunakan
    metode purposive sampling dimana seluruh partisipan merupakan peserta suatu
    webinar mengenai bangkit dari gangguan depresi. Pengambilan data dilakukan
    dengan metode wawancara semi-structured yang menggunakan dimensi
    psychological well-being sebagai acuan dalam pembuatan pertanyaan. Selain itu,
    pertanyaan wawancara juga mencakup pengalaman partisipan dengan gangguan
    depresi. Hasil wawancara kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik
    deduktif yang kemudian dapat dikategorikan ke dalam dua tema yang berbeda.
    Tema pertama yaitu pengalaman gangguan depresi, dimana peneliti menemukan
    bahwa 3 dari 5 partisipan telah didiagnosa dengan gangguan depresi lebih dari
    satu tahun sebelum pengambilan data, dan pemicu gangguan depresi partisipan
    adalah masalah akademik, keluarga, atau hubungan romantis. Tema kedua adalah
    psychological well-being dimana peneliti menemukan bahwa kondisi
    psychological well-being partisipan beragam. Hasil penelitian ini menunjukkan
    bahwa penting untuk psikolog dan psikiater untuk membuat intervensi
    penanganan gangguan depresi secara spesifik terhadap masing-masing dimensi
    psychological well-being agar penyintas depresi dapat kembali beraktivitas seperti
    sediakala dan berpindah ke fase remisi total.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi