Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

[SKRIPSI] Hubungan Child-Oriented Perfectionism dengan Parental Burnout


Penelitian mengenai determinan parental burnout menunjukkan bahwa
perfectionism merupakan salah satu faktor risikonya. Sejauh ini, parental

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012025S4021S4021 Emm hPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S4021 Emm h
    Penerbit Perpustakaan Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xiv., 102 hlm.: ill.; 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110210032
    Klasifikasi
    S4021 Emm h
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian mengenai determinan parental burnout menunjukkan bahwa
    perfectionism merupakan salah satu faktor risikonya. Sejauh ini, parental
    perfectionism dan self-oriented perfectionism telah banyak diteliti, sementara
    child-oriented perfectionism relatif jarang menjadi fokus penelitian. Penelitian ini
    bertujuan untuk meneliti hubungan antara child-oriented perfectionism yang
    terdiri dari high standards, order, dan discrepancy dengan parental burnout.
    Partisipan terdiri dari 347 orang tua yang tinggal di Indonesia (57.93% ibu,
    42.07% ayah) berusia 20 - 58 (M = 33.25; SD = 7.11) yang memiliki anak usia 0 -
    18 tahun. Child-oriented perfectionism diukur menggunakan alat ukur Children
    Dyadic Almost Perfect Scale (C-DAPS) yang sudah divalidasi ke dalam bahasa
    Indonesia, sedangkan parental burnout diukur menggunakan Parental Burnout
    Assesment dalam bahasa Indonesia (PBA-ID). Hasil penelitian menunjukan
    adanya hubungan positif antara discrepancy dengan parental burnout pada orang
    tua. Terdapat perbedaan bentuk child-oriented perfectionism yang berhubungan
    dengan parental burnout pada ibu dan ayah. Pada ibu, parental burnout hanya
    berkaitan dengan discrepancy, yaitu kekecewaan yang timbul akibat
    ketidaksesuaian antara harapan terhadap anak dan pencapaian aktual anak.
    Sementara itu, pada ayah, parental burnout hanya berkaitan dengan high
    standards, yaitu kecenderungan menetapkan standar yang tinggi terhadap anak.
    Penelitian ini menunjukkan bahwa mengharapkan kesempurnaan dari anak
    berisiko terhadap dialaminya burnout oleh orang tua, baik ibu dan ayah. Meskipun
    prevalensi parental burnout pada penelitian ini tergolong rendah (1.15%), temuan
    ini menunjukan terdapat urgensi untuk merancang advokasi dan prevensi bagi
    orang tua agar dapat menyesuaikan tuntutan dan harapannya pada anak menjadi
    lebih realistis.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi