Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

[SKRIPSI] Hubungan Self-Esteem dengan Yearning pada Dewasa Awal Berumur 20–30 Tahun yang Mengalami Romantic Breakup di Indonesia


Pengalaman berakhirnya hubungan romantis seringkali berdampak secara
emosional pada individu dewasa awal (early adulthood) karena membangun

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012025S4020S4020 Dea hPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S4020 Dea h
    Penerbit Perpustakaan Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xv., 218 hlm.: ill.; 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110210133
    Klasifikasi
    S4020 Dea h
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pengalaman berakhirnya hubungan romantis seringkali berdampak secara
    emosional pada individu dewasa awal (early adulthood) karena membangun
    hubungan romantis merupakan salah satu tugas perkembangan penting pada tahap
    tersebut. Salah satu reaksi emosional yang muncul setelah peristiwa putus cinta
    (romantic breakup) adalah yearning, yaitu kondisi emosional yang sering dialami
    dalam situasi yang melibatkan kehilangan, yang berfokus pada keinginan terhadap
    seseorang, tempat, atau benda yang berharga di masa lalu yang merupakan tahap
    dari proses berduka (grief). Tingkat self-esteem individu diduga berkaitan dengan
    tingkat yearning. Individu dengan self-esteem rendah cenderung lebih sulit
    beradaptasi setelah putus cinta dan mengalami distress yang lebih tinggi.
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat self-esteem
    dan tingkat yearning pada individu dewasa awal yang mengalami romantic
    breakup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan
    penelitian korelasional non-eksperimental. Penelitian ini menggunakan teknik
    non-probability sampling yaitu convenience sampling dengan perolehan
    partisipan sebanyak 215 individu pada rentang usia 20–30 tahun yang pernah
    mengalami putus cinta dalam 1–24 bulan terakhir. Alat ukur yang digunakan
    adalah Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) dan Yearning in Situations of Loss
    Scale (YSL) yang sudah diadaptasi ke Bahasa Indonesia. Hasil pengujian korelasi
    menggunakan IBM SPSS 26 menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang
    signifikan antara self-esteem dengan yearning (r = -0.412; p = 0.000). Artinya
    self-esteem dan yearning memiliki korelasi secara negatif atau dengan kata lain,
    semakin tinggi tingkat self-esteem yang dimiliki oleh individu maka semakin
    lemah tingkat yearning yang dialami. Hasil pengolahan data deskriptif juga
    menunjukkan mayoritas partisipan dalam penelitian ini memiliki self-esteem yang
    tinggi dan yearning yang lemah. Temuan tambahan dalam penelitian ini
    mengungkapkan bahwa self-esteem menunjukkan perbedaan signifikan pada pola
    asuh ibu. Adapun yearning berkorelasi signifikan dan berbeda antarkelompok
    dengan hampir semua variabel penunjang, kecuali rentang waktu setelah putus
    cinta.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi