Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Pengujian Efek Afrodisiak Ekstrak Metanol Akar Ginseng Jawa (Talinum triangulare Jaq Wild) pada Anak Ayam Jantan.


Telah dilakukan pengujian efek afrodisiak ekstrak metanol akar ginseng jawa (Talinum triangulare (Jacq.) Willd.) pada anak ayam jantan berumur 3 ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021971000032Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    983
    Penerbit : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    983
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Telah dilakukan pengujian efek afrodisiak ekstrak metanol akar ginseng jawa (Talinum triangulare (Jacq.) Willd.) pada anak ayam jantan berumur 3 hari. Metode percobaan yang digunakan adalah metode Dorfman dengan modifikasi pada jumlah hari penyuntikan dan parameter yang diamati. Ekstrak diberikan secara intramuskular dengan dosis 20%, 30% dan 40%. Sebagai pembanding digunakan testosteron undekanoat dengan dosis 1 mg, 1,2 mg dan 1,4 mg/0,2 ml, sedangkan sebagai kontrol digunakan minyak zaitun untuk testosteron undekanoat dan larutan alkohol-minyak zaitun untuk ekstrak.
    Larutan uji, larutan pembanding dan kontrol diberikan setiap hari selama 14 hari dengan perlakuan sebanyak 0,2 ml, dan pemberian dilakukan dalam 2 tahap. Penyuntikan tahap 1 dilakukan selama 5 hari berturut-turut, kemudian istirahat 1 hari dan penyuntikan tahap 2 dilakukan mulai hari ke-7 sampai hari ke-14. Pengamatan terhadap efek androgenik yang timbul yaitu pertambahan berat badan, pertambahan ukuran jengger, berat jengger, berat testis dan berat bursa fabrisius dilakukan pada hari ke-15.
    Hasil pengujian menunjukkan bahwa pertambahan berat badan baik pada kelompok perlakuan ekstrak maupun kelompok perlakuan testoteron tidak berbeda nyata dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pertambahan ukuran jengger dan berat jengger, hanya terjadi pada dosis 20% kelompok ekstrak yang berbeda nyata dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pada kelompok testosteron, peningkatan ukuran jengger dan berat jengger yang bermakna terjadi pada semua dosis. Untuk berat testis dan berat bursa fabrisius, pemberian ekstrak hingga dosis 40% tidak menimbulkan perubahan berat testis dan berat bursa yang berarti, sedangkan pada kelompok testosteron, terjadi regresi testis dan bursa fabrisius yang bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dari hasil pengamatan tersebut diduga bahwa ekstrak metanol akar ginseng jawa (Talinum triangulare (Jacq.) Willd.) memiliki efek androgenik, tetapi efeknya lemah.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi