
Text
[SKRIPSI] PENGARUH MARITAL SATISFACTION TERHADAP PARENTAL BURNOUT PADA IBU DENGAN ANAK USIA BALITA : STUDI LONGITUDINAL
Marital satisfaction diketahui memegang peranan penting pada parental burnout
ibu. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa kedua variabel ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012025S4004 S4004 Cla p Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4004 Cla pPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik xiv., 93 hlm..: ill.; 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110210026Klasifikasi S4004 Cla pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SkripsiPernyataan Tanggungjawab Clarissa Debora -
Marital satisfaction diketahui memegang peranan penting pada parental burnout
ibu. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa kedua variabel saling
berhubungan, namun belum ada penelitian yang menggunakan metodologi untuk
mengukur hubungan sebab akibat antara kedua variabel. Penelitian ini bertujuan
untuk meneliti pengaruh marital satisfaction terhadap parental burnout pada ibu
dengan anak usia balita menggunakan pendekatan longitudinal, 150 ibu berusia 18-
45 tahun (M = 28.7; SD = 4.38) yang memiliki anak usia balita berpartisipasi pada
dua kali pengambilan data, yaitu pada tahun 2024 dan tahun 2025. Kansas Marital
Satisfaction Scale (KMSS) dan Parental Burnout Assessment (PBA-ID), keduanya
dalam versi Bahasa Indonesia yang telah tervalidasi, digunakan untuk mengukur
marital satisfaction dan parental burnout. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
marital satisfaction dan parental burnout berhubungan negatif di kedua waktu
pengukuran. Marital satisfaction memengaruhi marital satisfaction tahun
berikutnya, demikian pula parental burnout memengaruhi parental burnout di
tahun berikutnya. Namun, marital satisfaction tidak mempengaruhi parental
burnout satu tahun kemudian. Dapat disimpulkan bahwa terdapat efek marital
satisfaction terhadap parental burnout, namun efek tersebut tidak bertahan lama.
Jika dibandingkan, parental burnout ibu sebelumnya menjadi predictor yang lebih
kuat dibandingkan marital satisfaction. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun
prevalensi parental burnout di Indonesia relatif rendah dibanding negara-negara
Barat, namun merupakan hal yang penting untuk mencegahnya, terutama mencegah
emotional exhaustion yang menjadi gejala awal parental burnout. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






