
Skripsi
[SKRIPSI] Hubungan Antara Religiusitas dengan Psychological Well-Being pada Remaja di Panti Asuhan X
Penempatan remaja di panti asuhan dapat menjadi suatu hal yang menegangkan,
karena masa remaja merupakan masa yang paling sulit dalam tahap ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012020S4003 S4003 Git h Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S4003 Git hPenerbit Perpustakaan Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2020 Deskripsi Fisik xii., 151 hlm.: ill.; 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110160047Klasifikasi S4003 Git hTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SKRIPSIPernyataan Tanggungjawab GITA AYU PRATAMI -
Penempatan remaja di panti asuhan dapat menjadi suatu hal yang menegangkan,
karena masa remaja merupakan masa yang paling sulit dalam tahap perkembangan
individu. Pada fase peralihan ini, remaja akan mengalami kebingungan pada
perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya baik secara fisik maupun emosional.
Remaja akan rentan mengalami emosi negatif dalam menghadapi permasalah dalam
hidupnya. Permasalahan yang tidak tertangani dengan baik dapat menjadi bagian dari
pengalaman hidup yang akan mempengaruhi psychological well-being remaja.
Psychological well-being dianggap penting karena dapat menjadi indikator kesehatan
psikologis remaja di masa depan. Bagi remaja yang tinggal di panti asuhan yang
mengajarkan nilai-nilai keagamaan, religiusitas adalah hal yang dapat membantu
remaja mengontrol tingkah laku dan emosi, sehingga remaja yang religius akan lebih
sehat, bahagia, dan sejahtera.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara religiusitas dan
psychological well-being pada remaja di panti asuhan, khususnya di Panti Asuhan X.
Dengan teknik sampling jenuh, penelitian ini dilakukan pada 84 remaja berusia 13-18
tahun di Panti Asuhan X. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan kuesioner
Religiusitas (Imania, 2013) dan Ryff’s Psychological well-being Scales versi 42 item
(Ryff, 1989). Data yang diperoleh dianalisis dengan Pearson Product Moment test.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara statistik terdapat hubungan positif
yang signifikan antara religiusitas dan psychological well-being dengan kekuatan
yang sedang (r = 0,519; p = 0,000). Artinya, semakin tinggi religiusitas remaja di
panti asuhan maka semakin mudah pula untuk mencapai psychological well-being
bagi remaja. Kemudian koefisien determinasi sebesar 26,9%, yaitu menunjukan
bahwa religiusitas memiliki kontribusi sebesar 26,9% terhadap psychological wellbeing, dengan 73,1% dijelaskan oleh faktor lain. Religiusitas juga didapatkan
berkorelasi dengan dimensi dalam psychological well-being, yaitu self-acceptance,
personal growth, purpose in life, environmental mastery, dan positive relation with
others, namun tidak terhadap autonomy hal ini dikarenakan dalam berpikir dan
bertingkah laku sesuai standar personal sebagian besar remaja hanya mengaitkan
kegiataan ibadah keagamaan jika mereka merasa kebingungan. Dengan penelitian ini,
dinyatakan bahwa religiusitas berperan penting bagi psychological well-being remaja
di panti asuhan -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






