Text
Psikologi dan Integrasi Bangsa
Dalam diskusi curah pendapat Kompartemen 5-6 di Yogyakarta antara lain membahas alternatif tema buku yang akan menjadi buku keempat Seri Sumbangan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 1902020B14575 150.959 8 Asu p Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri Seri Sumbangan Pemikiran Psikologi untuk BangsaNo. Panggil 150.959 8 Asu pPenerbit Himpunan Psikologi Indonesia : Jakarta., 2020 Deskripsi Fisik xvi; 456 hlm; 17 x 25 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 978-602-96634-9-5Klasifikasi 150.959 8 Asu pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi 1Subyek Info Detil Spesifik TextbookPernyataan Tanggungjawab A. Supratiknya, Tjipto Susana, Juneman Abraham, Rahkman Ardi -
Dalam diskusi curah pendapat Kompartemen 5-6 di Yogyakarta antara lain membahas alternatif tema buku yang akan menjadi buku keempat Seri Sumbangan Pemikiran Psikologi untuk Bangsa, tema yang spontan muncul adalah “Psikologi dan integrasi bangsa”. Merespon tema itu, salah seorang peserta diskusi setengah berteriak menyeletuk “Itu tema abadi yang tak akan pernah lekang oleh zaman”. Alhasil, tanpa banyak berdebat lagi keempat peserta diskusi pun segera menyetujuinya sebagai tema yang layak dan penting diangkat. Kendati tidak pernah terucapkan, diduga ada beberapa alasan di balik pemilihan tema itu. Pertama, gejala polarisasi masyarakat ke setidaknya dua kutub mengikuti arus dukungan ke salah satu dari dua kontestan pasangan calon presiden-wakil presiden dalam Pemilu 2019. Demi keyakinan, persepsi, perasaan, atau sekadar ikut arus pendapat yang diperoleh dari entah mana dan yang isinya entah seperti apa, pilihan simpati pada salah satu kontestan itu kenyataannya telah mampu membuat satu pihak me-liyan-kan pihak lain sampai ke taraf yang mengusik harmoni kehidupan sehari-hari baik di lingkungan pekerjaan, lingkungan pertemanan, bahkan di lingkungan keluarga. Ibarat gangguan penyakit kulit, semoga gejala itu sekadar merupakan bisul akibat gigitan nyamuk yang akan hilang sesudah hiruk-pikuk pilpres ini berlalu, bukan eksim kronis yang terus mengganggu sampai entah kapan. Tetapi mungkin justru di situlah persoalannya sebagaimana tercermin dari penilaian sahabat tadi bahwa bagi kita semua integrasi bangsa merupakan tema yang bersifat abadi. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






