Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

[SKRIPSI] Elisitasi Belief Penyebab Penundaan Makan Tepat Waktu pada Mahasiswa Gamers Online


Meningkatnya jumlah mahasiswa yang bermain game online dalam durasi
yang lama, mengakibatkan kebiasaan menunda makan semakin umum terjadi

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012024S4001S4001 Haf ePerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S4001 Haf e
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    v,; 110 hlm,: Ill 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110200154
    Klasifikasi
    S4001 Haf e
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    [SKRIPSI]
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Meningkatnya jumlah mahasiswa yang bermain game online dalam durasi
    yang lama, mengakibatkan kebiasaan menunda makan semakin umum terjadi
    (Fadhilah et al., 2023). Fenomena ini dapat berdampak negatif terhadap kesehatan
    fisik, pola makan, dan keseimbangan hidup mereka (Tilong, 2014; Cha et al., 2018).
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi belief mahasiswa gamers terhadap
    penundaan waktu makan menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior
    (TPB) (Ajzen, 1985) lebih tepatnya dengan melakukan elisitasi belief mahasiswa
    gamers terhadap penundaan waktu makan.
    Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode
    wawancara semi-struktur kepada sembilan mahasiswa yang aktif bermain game
    online lebih dari 28 jam per minggu dan sering menunda makan. Data dianalisis
    menggunakan teknik analisis tematik (Braun & Clarke, 2006).
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa belief mahasiswa gamers dalam
    menunda makan dapat dikategorikan ke dalam tiga aspek utama TPB: (1) Behavioral
    Beliefs, di mana mereka menganggap penundaan makan memberikan keuntungan
    seperti lebih banyak waktu bermain dengan teman, meningkatkan performa bermain,
    serta menjaga fokus dalam permainan; (2) Normative Beliefs, yang dipengaruhi oleh
    teman sebaya dan komunitas game, sementara keluarga memiliki pengaruh yang
    lebih lemah dalam membentuk kebiasaan makan mereka (Ajzen, 2006); dan (3)
    Control Beliefs, yang mencakup kemudahan menunda makan akibat ketersediaan
    makanan cepat saji dan minimnya pengawasan orang tua, serta hambatan seperti rasa
    lapar yang berlebihan dan penurunan performa bermain akibat kondisi fisik yang
    menurun (Vaarala et al., 2022).
    Temuan ini menegaskan bahwa penundaan makan pada mahasiswa gamers
    bukan sekadar kebiasaan individu, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial dan
    lingkungan bermain mereka (Sutton et al., 2003). Penelitian ini diharapkan dapat
    menjadi landasan bagi intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran
    mahasiswa gamers terhadap pentingnya pola makan yang sehat dan teratur.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi