
Tesis
[TESIS] Peran Efikasi Diri sebagai Moderator dalam Hubungan antara Stres dengan Subjective Well-being pada Calon Psikolog
Psikolog merupakan profesi yang memiliki kewenangan untuk memberikan layanan
psikologi, baik dalam bentuk jasa psikologi maupun praktik ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19042025T0925 T0925 Ari p Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Tesis) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil T0925 Ari pPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik xiii,; 88 hlm,: Ill 30 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 190420210012Klasifikasi T0925 Ari pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik [TESIS]Pernyataan Tanggungjawab Arini Rachmawati -
Psikolog merupakan profesi yang memiliki kewenangan untuk memberikan layanan
psikologi, baik dalam bentuk jasa psikologi maupun praktik psikologi. Untuk memperoleh
gelar psikolog, seorang sarjana psikologi harus menyelesaikan program pendidikan profesi
terlebih dahulu. Berbagai tuntutan akademik dan non-akademik selama masa pendidikan dapat
menyebabkan calon psikolog rentan mengalami stres, yang berpotensi menurunkan tingkat
subjective well-being. Efikasi diri diduga dapat berperan sebagai faktor protektif yang
mengurangi dampak negatif stres terhadap subjective well-being. Oleh sebab itu, tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui peran efikasi diri dalam memoderasi hubungan antara
stres dan subjective well-being pada calon psikolog. Penelitian ini menggunakan rancangan
kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 213 calon psikolog dari
berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pengukuran dilakukan menggunakan Perceived Stress
Scale (PSS), Satisfaction with Life Scale (SWLS), Scale of Positive and Negative Experience
(SPANE), dan General Self-Efficacy Scale (GSES). Analisis data dilakukan dengan Moderated
Regression Analysis menggunakan modul MedMod pada Jamovi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa stres memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan subjective well
being (β = -1,25, p < 0,001), sedangkan efikasi diri berperan sebagai moderator yang signifikan
(β = 0,264, p = 0,019). Individu dengan tingkat efikasi diri yang tinggi lebih mampu
mempertahankan subjective well-being meskipun berada dalam kondisi stres. Hasil ini
menegaskan pentingnya penguatan efikasi diri dalam pendidikan profesi psikologi untuk
membantu calon psikolog menghadapi tantangan akademik dan profesional. Implikasi dari
penelitian ini mencakup perlunya intervensi psikologis yang berfokus pada peningkatan efikasi
diri guna meningkatkan subjective well-being calon psikolog dalam masa pendidikannya. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






