
Tesis
[TESIS] Peran Moral Disengagement Sebagai Mediator Dalam Hubungan Antara Narsisisme Dengan Intensi Korupsi Di Kalangan Mahasiswa
Korupsi menjadi suatu permasalahan yang menjadi sorotan di negara-negara
berkembang, termasuk Indonesia. Tentunya, korupsi memiliki dampak ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19042025T0904 T0904 Ahm p Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Thesis) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil T0904 Ahm pPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik viii,; 120 hlm,: Ill 213 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 190120230014Klasifikasi T0904 Ahm pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik TESISPernyataan Tanggungjawab Ahmad Helmi Nugraha -
Korupsi menjadi suatu permasalahan yang menjadi sorotan di negara-negara
berkembang, termasuk Indonesia. Tentunya, korupsi memiliki dampak yang sangat
besar bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi model hubungan tipe kepribadian gelap narsisisme dengan intensi
korupsi melalui moral disengagement sebagai variabel mediator. Metode penelitian
ini merupakan kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan korelasional.
Teknik pengumpulan data menggunakan non-probablity dengan jenis convenience
sampling pada mahasiswa aktif di Indonesia yang berusia 18 tahun ke atas. Teknik
analisis yang digunakan pada penelitian ini Structural Equation Modelling (Model
Persamaan Struktural) untuk mengidentifikasi secara bersamaan validitas,
reliabilitas instrumen penelitian, serta untuk menguji hubungan antar variabel dan
mengevaluasi kesesuaian model yang digunakan. Dalam analisis model parsial
menemukan bahwa mahasiswa dengan karakteristik narsisisme cenderung
memiliki intensi melakukan suatu tindakan korupsi (β =.256, p < 0,001). Kemudian,
mahasiswa dengan ciri-ciri narsisisme juga cenderung mengaktifkan moral
disengagement ketika ingin membenarkan tindakannya secara moral (β =.320, p <
0,001). Lebih lanjut lagi, mahasiswa yang mengaktifkan moral disengagement
untuk membenarkan tindakannya secara moral cenderung memiliki niat dalam
melakukan suatu tindakan korupsi (β =.466, p < 0,001). Selanjutnya, hasil full
model mendapatkan kriteria fit yang memadai dengan pola partial mediation,
terdapat efek langsung (β = 0.183, SE = 0.056, z = 3.262, p = 0.001) dan efek tidak
langsung (β = 0.131, SE = 0.036, z = 3.902, p = 0.001). Dengan kata lain, meskipun
mahasiswa narsistik cenderung menonaktifkan kontrol moralnya melalui
mekanisme moral disengagement ketika ingin melakukan tindakan korupsi, sifat
narsistik itu sendiri sudah cukup untuk mendorong niat melakukan suatu tindakan
korupsi. Implikasi pada penelitian ini diharapkan menjadi langkah awal kepada
universitas untuk mengantisipasi terjadinya tindakan korupsi yang merugikan
masyarakat dan juga suatu organisasi.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






