
Skripsi
[ SKRIPSI ] GAMBARAN JOB BURNOUT PADA KARYAWAN PERUSAHAAN INDUSTRI KREATIF X
Sektor industri kreatif di Indonesia sedang mengalami pertumbuhan yang
signifikan. Akibatnya, banyak perusahaan industri kreatif bersaing ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012025S3992 S3992 Bal g Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S3992 Bal gPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik xiii,; 122 hlm,: Ill 30 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110200130Klasifikasi S3992 Bal gTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik [ SKRIPSI ]Pernyataan Tanggungjawab Belantara Kusuma Negara -
Sektor industri kreatif di Indonesia sedang mengalami pertumbuhan yang
signifikan. Akibatnya, banyak perusahaan industri kreatif bersaing untuk menjadi
yang terbaik di bidang mereka. Hal ini hanya dapat dicapai jika semua karyawan
bekerja secara maksimal. Salah satu pelaku usaha industri kreatif Indonesia adalah
Perusahaan Industri Kreatif X. Menurut data awal yang telah dikumpulkan,
perilaku yang ditunjukkan oleh pekerja di Perusahaan Industri Kreatif X
mengindikasikan adanya gejala yang dapat mengarah pada job burnout. Penelitian
ini bertujuan untuk menggambarkan profil job burnout karyawan Perusahaan
Industri Kreatif X. Pendekatan penelitian bersifat kuantitatif dengan desain
non-eksperimental. Subjek penelitian adalah 35 karyawan tetap, dan data
dikumpulkan melalui kuesioner The Maslach-Trisni Burnout Inventory (M-TBI)
yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Pengumpulan data dilakukan secara
daring melalui Google Forms dan secara luring dengan kuesioner kertas,
dilengkapi pertanyaan tambahan terkait faktor job demands dan job resources.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% karyawan berada dalam profil engaged,
namun sebagian besar karyawan menunjukkan adanya gangguan jika dilihat dari
jumlah yang masuk kategori burnout parsial atau burnout total (tinggi pada salah
satu dimensi atau lebih). Gangguan ini diduga muncul akibat tingginya tuntutan
pekerjaan yang tidak sepenuhnya diimbangi oleh sumber daya kerja yang tersedia.
Oleh karena itu, meskipun banyak karyawan yang terlibat penuh dalam
pekerjaannya, perhatian terhadap pengelolaan stres dan penyediaan sumber daya
kerja yang memadai tetap diperlukan untuk mencegah burnout yang lebih serius.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






