Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[TESIS] PERAN ORGANIZATIONAL JUSTICE SEBAGAI MODERATOR HUBUNGAN WORKPLACE SPIRITUALITY DAN SUBJECTIVE WELL BEING


Universitas Islam Bandung (Unisba) merupakan salah satu perguruan tinggi di Kota
Bandung, Indonesia. Sebagai perguruan tinggi yang memiliki ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19042024T0898T0898 Man pPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Tesis)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T0898 Man p
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xiv., 190 hlm.: ill.; 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190420210002
    Klasifikasi
    T0898 Man p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    TESIS
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Universitas Islam Bandung (Unisba) merupakan salah satu perguruan tinggi di Kota
    Bandung, Indonesia. Sebagai perguruan tinggi yang memiliki visi keislaman, perlu ada
    keselarasan nilai dan ghirah atau semangat dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman kepada
    mahasiswa. workplace spirituality dapat berdampak terhadap subjective well-being dosen dan
    bagaimana mereka melakukan tugasnya. Begitu juga dengan organizational justice yang
    berkorelasi dengan subjective well-being. Penelitian ini mengkaji mengenai bagaimana hubungan
    antara workplace spirituality dan subjective well being para dosen yang dimoderatori oleh
    persepsi para dosen mengenai praktek organizational justice di Unisba sebagai tempat mereka
    bekerja.
    Penelitian ini menggunakan pendekatan mengenai workplace spirituality oleh Milliman
    (2003), subjective well-being oleh Diener (1985), serta organizational Justice dari Colquitt
    (2005). Penelitian dilakukan melalui uji moderator sederhana terhadap 154 dosen Unisba. Hasil
    penelitian menunjukkan bahwa organizational Justice tidak terbukti dapat menjadi moderator
    untuk memperkuat hubungan workplace Spirituality terhadap subjective well being baik pada
    satisfaction with life, positive affect, maupun terhadap negative affect pada Dosen di Universitas
    Islam Bandung. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan kondisi tingkat workplace
    spirituality dosen berada pada kategori tinggi (sebesar 47.4% dari subjek penelitian), tingkat
    subjective well-being berada pada kategori tinggi (satisfaction with life sebesar 59.7%), (positive
    affect sebesar 71%), (negative affect sebesar 63.6%), dan tingkat organizational Justice berada
    pada kategori cukup (sebesar 47.4% dari subjek penelitian). Dengan begitu, saran intervensi
    yang diberikan bagi perusahaan yaitu dalam rangka promotif dengan menggunakan pendekatan
    human process intervention melalui proses konsultasi dan pertemuan pegawai - manajemen.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi