Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[SKRIPSI] GAMBARAN IDENTITAS ETNIK PADA MAHASISWA SUKU MINANG DI UNIVERSITAS PADJADJARAN


Pada fase perkembangan, terdapat salah satu fase yang dinamakan
emerging adulthood. Salah satu proses yang dialami pada fase ini adalah

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012024S3982S3982 Val gPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S3982 Val g
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xii., 122 hlm.: ill.; 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110200116
    Klasifikasi
    S3982 Val g
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pada fase perkembangan, terdapat salah satu fase yang dinamakan
    emerging adulthood. Salah satu proses yang dialami pada fase ini adalah
    eksplorasi identitas. Mahasiswa suku Minang sebagai salah satu bagian dari
    populasi emerging adult melewati fase pembentukan identitas diri, salah satunya
    adalah identitas etnik, sebagai proses pendewasaan. Dalam pembentukannya,
    identitas etnik dipengaruhi oleh faktor perkembangan dan faktor kontekstual.
    Faktor tersebut akan berdampak pada komitmen dan eksplorasi mahasiswa suku
    Minang yang kemudian menjadi komponen pembentuk identitas etniknya. Oleh
    karena itu, dilakukan penelitian dengan rancangan penelitian embedded question
    mixed method untuk mengetahui gambaran identitas etnik mahasiswa suku
    Minang beserta faktor yang melatarbelakanginya. Sampel penelitian ini adalah 70
    mahasiswa suku Minang berusia 18-25 tahun di Universitas Padjadjaran. Alat
    ukur kuantitatif penelitian ini menggunakan Multigroup Ethnic Identity
    Measure-Revised untuk mengukur identitas etnik mahasiswa suku Minang. Selain
    itu, terdapat 12 pertanyaan terbuka untuk menggali jawaban kuantitatif. Dari hasil
    penelitian didapatkan kesimpulan bahwa mayoritas mahasiswa suku Minang
    memiliki identitas etnik kategori rendah. Berdasarkan komponennya, tingkat
    eksplorasi mayoritas mahasiswa suku Minang berada di tingkat rendah, tetapi
    tingkat komitmennya berada di kategori tinggi. Dari hasil penelitian diketahui
    bahwa mayoritas mahasiswa suku Minang berada pada status identitas etnik
    unexamined. Eksplorasi rendah ini terjadi karena kurangnya ketertarikan dan tidak
    adanya dorongan pada mahasiswa untuk mengenal etnisnya lebih dalam.
    Sementara komitmen yang tinggi didukung dengan alasan bahwa mayoritas
    mahasiswa secara tidak langsung terlibat dalam budaya suku Minang sejak kecil.
    Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa dalam pembentukan identitas
    etnik mahasiswa suku Minang, faktor kontekstual dan perkembangan dalam
    bentuk lingkungan dan asal suku orang tua memiliki pengaruh yang signifikan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi