
Skripsi
[SKRIPSI] Hubungan antara Relasi Orang Tua-Anak dan Unconditional Self-Acceptance pada Mahasiswa
Salah satu masalah yang sering ditemui pada mahasiswa adalah mengenai
penerimaan diri (unconditional self-acceptance) yang salah satunya ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012024S3964 S3964 Kim h Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S3964 Kim hPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik xii,; 155 hlm,: Ill 30 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110200105Klasifikasi S3964 Kim hTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SKRIPSIPernyataan Tanggungjawab Kimberly Angelica -
Salah satu masalah yang sering ditemui pada mahasiswa adalah mengenai
penerimaan diri (unconditional self-acceptance) yang salah satunya dipengaruhi
oleh relasinya dengan orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat
hubungan antara relasi orang tua-anak dan unconditional self-acceptance pada
mahasiswa. Lebih spesifik, penelitian ini dilakukan dengan melihat perbedaan
antara relasi ayah-anak dengan ibu-anak melalui persepsi anak. Penelitian ini
dilakukan dengan pendekatan kuantitatif noneksperimental dengan rancangan
penelitian korelasional. Subjek penelitian ini adalah 154 mahasiswa aktif di
Indonesia (107 perempuan, 47 laki-laki) yang berusia 18–25 tahun. Relasi orang
tua-anak diukur dengan enam dimensi pada alat ukur Tes Relasi Keluarga
Bandung (TRK-B), yaitu dimensi pembatasan, afeksi, keadilan, kepekaan,
pengakuan, dan kepercayaan, sedangkan unconditional self-acceptance diukur
dengan Unconditional Self-Acceptance Questionnaire (USAQ) versi Bahasa
Indonesia yang telah valid dan reliabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
dimensi pembatasan pada relasi ayah-anak dan ibu-anak menjadi satu-satunya
dimensi yang memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan unconditional
self-acceptance, sebaliknya, dimensi keadilan, pengakuan, dan kepercayaan pada
relasi ayah-anak dan ibu-anak berhubungan secara positif dengan unconditional
self-acceptance. Dimensi kepekaan pada relasi ayah-anak berhubungan positif
yang signifikan dengan unconditional self-acceptance, sedangkan dimensi
kepekaan pada relasi ibu-anak tidak berhubungan dengan unconditional
self-acceptance. Dimensi afeksi, baik pada relasi ayah-anak maupun ibu anak,
tidak berhubungan dengan unconditional self-acceptance (r = 0,129 pada ayah; r
= 0,93 pada ibu). Temuan dari penelitian ini yang dapat diterapkan oleh orang tua
dengan anak yang berada pada masa emerging adulthood adalah perlakuan
pembatasan dalam batas wajar agar anak tidak merasa terkekang dan tetap dapat
mengeksplor kemampuan dirinya. Selain itu, pentingnya menunjukkan
pengakuan, keadilan, dan kepercayaan kepada anak juga dapat membuatnya
merasa lebih berharga.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






