Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

[THESIS] RANCANGAN PSIKOEDUKASI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MENGENAI ADHD BAGI IBU DARI ANAK DENGAN ADHD USIA 7-12 TAHUN


Ketidakpatuhan pengobatan ADHD pada anak dapat menyebabkan dampak
negatif, seperti penurunan tingkat toleransi dan efikasi pengobatan. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    1942024T0880T880 Ali rPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Thesis)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T880 Ali r
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xi., 270 hlm,: Ill,; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190420210001
    Klasifikasi
    T880 Ali r
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    THESIS
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Ketidakpatuhan pengobatan ADHD pada anak dapat menyebabkan dampak
    negatif, seperti penurunan tingkat toleransi dan efikasi pengobatan. Keputusan
    untuk tidak mematuhi pengobatan ditentukan oleh orang tua. Hal tersebut dapat
    disebabkan oleh pemahaman orang tua yang tidak tepat mengenai ADHD.
    Pemahaman yang tidak tepat diiringi dengan kesulitan orang tua dalam mengasuh
    anak dengan ADHD. Orang tua, terutama ibu, merupakan peran yang mengalami
    parental stress yang lebih tinggi dalam mengasuh anak dengan ADHD. Untuk
    meminimalkan hal tersebut, ibu berperan dalam memutuskan kepatuhan
    pengobatan yang bermanfaat bagi pengelolaan gejala anak dengan ADHD. Akan
    tetapi, sulit menerapkan kepatuhan apabila ibu tidak memiliki pemahaman yang
    tepat mengenai ADHD. Psikoedukasi dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan
    melalui proses memahami keterkaitan antara sifat ADHD, manfaat pengobatan,
    serta manfaat kepatuhan pengobatan. Dengan begitu, ibu dapat memahami bahwa
    manfaat dari kepatuhan pengobatan adalah intensitas gejala ADHD yang semakin
    berkurang.
    Penelitian ini dilakukan dalam rangka pengembangan rancangan
    psikoedukasi yang dilakukan hingga menghasilkan umpan balik untuk
    pengembangan program. Peneliti telah mengembangkan rancangan psikoedukasi
    melalui sembilan tahap perancangan program instruksional. Setelah itu, satu dokter
    spesialis anak, satu psikolog klinis anak dan remaja, dan satu psikolog pendidikan
    telah memberikan umpan balik pada tahap expert review. Dua orang ibu dari anak
    dengan ADHD usia 7-12 tahun telah memberikan umpan balik pada tahap one-toone evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panelis dapat memahami
    modul psikoedukasi, termasuk pentingnya psikoedukasi pelatihan ini
    dilakukan. Berdasarkan tampilan handout, panelis mengamati bahwa handout
    terlihat menarik dan membuat peserta mudah untuk membaca materi yang tertulis.
    Berdasarkan hasil perbaikan pada tahap expert review, peneliti telah
    menambahkan informasi pada modul psikoedukasi, yaitu akibat ketidakpatuhan
    pengobatan, manfaat kepatuhan pengobatan, differential diagnosis, komorbid, serta
    tata laksana penegakan diagnosis ADHD. Peneliti pun telah memperbaiki modul
    psikoedukasi dalam hal melakukan post-test setelah debrief selesai dan mengganti kegiatan “Susunlah Aku” menjadi Gallery Visit. Mengacu pada umpan balik pada
    tahap one-to-one evaluation, peneliti telah menambahkan informasi tentang tingkat
    keparahan ADHD, serta pentingnya kolaborasi antara orang tua, guru, dan tenaga
    profesional kesehatan dalam menangani anak dengan ADHD. Selain itu, peneliti
    memperbaiki tampilan pada handout agar tulisan tidak terlihat bertumpuk. Untuk
    mengembangkan penelitian ini, peneliti disarankan mempertimbangkan istilah
    ‘sifat’ di kalimat ‘Pengetahuan dasar tentang Sifat, Penyebab, dan Akibat ADHD
    pada Anak’ serta melakukan kajian bahasa untuk mempersingkat kalimat gejala
    ADHD dalam handout.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi