Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[Skripsi] GAMBARAN PHUBBING (PHONE SNUBBING) DALAM HUBUNGAN KELUARGA DAN HUBUNGAN ROMANTIS PADA MAHASISWA


Phubbing merupakan tindakan mengabaikan seseorang dalam situasi sosial
dengan melihat smartphone alih-alih memperhatikan orang lain. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012024S3947S3947 Rah gPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S3947 Rah g
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xii., 104 hlm.: ill,; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    19011020098
    Klasifikasi
    S3947 Rah g
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Skripsi
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Phubbing merupakan tindakan mengabaikan seseorang dalam situasi sosial
    dengan melihat smartphone alih-alih memperhatikan orang lain. Perilaku
    phubbing cenderung dilakukan oleh mahasiswa kepada orang terdekatnya, yaitu
    keluarga dan pasangan romantis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
    gambaran mengenai perilaku phubbing dalam hubungan keluarga dan hubungan
    romantis pada mahasiswa. Sampel penelitian ini adalah 113 mahasiswa Fakultas
    Psikologi Universitas Padjadjaran dengan teknik nonprobability sampling, yaitu
    convenience sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur Generic Scale of
    Phubbing (GPS) yang disusun oleh Chotpitayasunodh dan Douglas (2018), yang
    mana telah diadaptasi kedalam Bahasa Indonesia oleh Isrofin (2019). Dalam alat
    ukur ini, dimensi yang berperan adalah nomophobia, self isolation, interpersonal
    conflict, dan problem acknowledgement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
    perilaku phubbing dalam hubungan keluarga berkategori sedang. Pada kategori
    ini, phubbing dilakukan sesuai dengan kondisi dan situasi perintah orang tua
    dalam penggunaan smartphone. Pada phubbing dalam hubungan keluarga, hasil
    menunjukkan bahwa nomophobia berada pada kategori tinggi, interpersonal
    conflict berkategori rendah, self isolation berkategori rendah, dan problem
    acknowledgement berkategori tinggi. Perilaku phubbing pada hubungan keluarga
    pada mahasiswa seringkali dilakukan saat acara keluarga yang disebabkan oleh
    mahasiswa lebih merasa intim dengan smartphone, merasakan atmosfer negatif,
    orang tua cenderung bermain smartphone dan tidak mengajak anak untuk
    bercakap, serta mahasiswa yang sudah terbiasa bermain smartphone dari kecil.
    Dilanjutkan dengan hubungan romantis, perilaku phubbing dalam hubungan
    romantis berkategori rendah. Pada kategori ini, mahasiswa tetap melakukan
    phubbing dengan intensitas yang rendah. Pada phubbing dalam hubungan
    romantis, hasil menunjukkan bahwa nomophobia berada pada kategori sedang,
    interpersonal conflict berkategori rendah, self isolation berkategori rendah, dan
    problem acknowledgement berkategori tinggi. Rendahnya perilaku phubbing
    dalam hubungan romantis disebabkan oleh hubungan romantis merupakan
    hubungan yang paling intens di antara hubungan sosial lainnya, komunikasi yang
    berjalan baik, dan keterlibatan individu yang tinggi dalam komunikasi di
    hubungan romantis.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi