Detail Cantuman

No image available for this title

Tesis  

[THESIS] PERAN RELASI PARASOSIAL SEBAGAI MODERATOR PADA HUBUNGAN DERAJAT STRESS DAN WELL-BEING PADA WANITA DEWASA AWAL PENGGEMAR IDOLA K-POP


Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah yang banyak akan penggemar K-Pop
di dunia dengan penggemar terbanyak dari kalangan wanita ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19042024T883T0883 Ade pPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T0883 Ade p
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    ix,; 114 hlm,: Ill,; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190420210036
    Klasifikasi
    T0883 Ade p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    THESIS
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah yang banyak akan penggemar K-Pop
    di dunia dengan penggemar terbanyak dari kalangan wanita dewasa awal. Penggemar idola
    K-Pop bisa merasa bahwa idola mereka terikat dengan mereka hingga membentuk relasi
    parasosial. Relasi parasosial adalah sebuah relasi satu arah dan bersifat semu yang terbentuk
    antara tokoh atau selebriti dengan audiens atau penggemar. Wanita yang berada pada tahap
    perkembangan dewasa awal kerap mengalami banyak tuntutan baru yang menyebabkan
    wanita mudah merasa stress dan mempengaruhi kondisi kesejahteraan subjektif mereka.
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah relasi parasosial dapat menjadi moderator
    pada hubungan derajat stress dan kesejahteraan subjektif wanita dewasa awal yang
    merupakan penggemar idola K-pop. Penelitian ini melibatkan 537 wanita yang berada pada
    usia 20-30 tahun dan merupakan penggemar idola K-pop. Data penelitian ini dikumpulkan
    melalui survei dan kuesionernya disebarkan secara online dalam bahasa Indonesia, antara lain
    Multiple Parasocial Relationship Scale (MPR-S), Perceived Stress Scale (PSS), Subjective
    Well-being: The Life Satisfaction (SWLS) dan Scale of Positive and Negative Experience
    (SPANE). Analisis data yang digunakan meliputi analisis korelasi, regresi berganda dan
    regresi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil regresi moderasi relasi
    parasosial friendship (t = -0.1187, p = 0.906) dan hasil regresi moderasi relasi parasosial love
    (t = -0.0349, p = 0.972) terhadap hubungan antara stress dan kesejahteraan subjektif
    ditemukan tidak signifikan yang berarti hipotesis tidak terbukti. Namun analisis korelasi
    menemukan bahwa bahwa terdapat hubungan yang negatif antara derajat stress dan
    kesejahteraan subjektif (r = -0.656, p < .001) dan hubungan yang positif antara derajat stress
    dan parasocial love ((r = 0.147, p < .001).
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi