
Text
[SKRIPSI] HUBUNGAN ANTARA PALATABLE EATING MOTIVES DAN [Skripsi] RELIGIUSITAS PADA MAHASISWA KRISTEN PROTESTAN UNIVERSITAS PADJADJARAN
Budaya makan bersama merupakan hal yang lumrah terjadi di lingkungan
komunitas agama Kristen Protestan. Kegiatan tersebut dinilai dapat ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012024S329 S3829 Van h Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S3829 Van hPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik xii., 117 hlm.: ill,; 30 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110200007Klasifikasi S3829 Van hTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SkripsiPernyataan Tanggungjawab VANESSA RAHEL DAMERIA -
Budaya makan bersama merupakan hal yang lumrah terjadi di lingkungan
komunitas agama Kristen Protestan. Kegiatan tersebut dinilai dapat mempererat
hubungan persaudaraan dan memotivasi kehadiran jemaat. Meskipun umat Kristen
memiliki kepercayaan tubuh adalah Bait Allah yang perlu dijaga, ditemukan pihak
gereja yang menyediakan makanan tidak sehat ketika ibadah. Sebagaimana yang
terjadi di komunitas gereja, kebiasaan makan tidak sehat semakin lumrah terjadi.
Subjek penelitian ini, yaitu mahasiswa yang berada di tahap emerging adulthood
memiliki tantangan untuk lebih mandiri dan menentukan pilihan makan sendiri.
Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
palatable eating motives dan religiusitas pada mahasiswa Kristen Protestan
Universitas Padjadjaran. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan
pendekatan kuantitatif. Menggunakan metode two-stage cluster sampling,
responden penelitian ini berjumlah 215. Palatable Eating Motives diukur
menggunakan alat ukur Indonesian Palatable Eating Motives Scale dan religiusitas
diukur menggunakan alat ukur The Centrality of Religiosity. Berdasarkan analisis
korelasi Spearman Rho, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat
hubungan antara palatable eating motives dan religiusitas pada mahasiswa Kristen
Protestan Universitas Padjadjaran. Dengan demikian, penelitian ini
mengimplikasikan bahwa jenis motif individu dalam mengonsumsi makanan lezat
tidak berkaitan dengan tingkat religiusitasnya, begitu juga sebaliknya. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






