
Skripsi
[SKRIPSI] Adaptasi Alat Ukur Maladaptive Daydreaming Scale-16 versi Indonesia
Melamun merupakan hal yang normal untuk dilakukan. Akan tetapi, bagi
sebagian orang, melamun merupakan hal yang sulit dikontrol hingga ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012024S3938 S3938 Aud a Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S3938 Aud aPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik xiii,; 120 hlm,: Ill 30 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110200012Klasifikasi S3938 Aud aTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SKRIPSIPernyataan Tanggungjawab Audita Fathyarini Kaifa -
Melamun merupakan hal yang normal untuk dilakukan. Akan tetapi, bagi
sebagian orang, melamun merupakan hal yang sulit dikontrol hingga menimbulkan
distress dan mengganggu aspek sosial, akademik, hingga pekerjaan mereka. Sejak
ditemukannya maladaptive daydreaming (MD) pada tahun 2002, penelitian terkait
gangguan ini sudah banyak berkembang, terutama di luar negeri. Sayang,
perkembangannya tidak terefleksikan di Indonesia dan penelitian yang ada
menggunakan alat ukur yang tidak terstandar. Padahal, dari penelitian yang ada,
terdapat potensi prevalensi MD yang tinggi di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian
ini mengumpulkan bukti validitas dan reliabilitas alat ukur Maladaptive
Daydreaming Scale-16 di populasi Indonesia.
Alat ukur diadaptasi berdasarkan panduan dari International Test
Commission sebelum diujikan kepada 250 mahasiswa S1 Universitas Padjadjaran
berdasarkan convenience sampling. Dari hasilnya diketahui bahwa alat ukur
memiliki reliabilitas yang baik berdasarkan internal consistency (α = .93) dan testretest (r = .89). Penilaian ahli dan wawancara kognitif mengonfirmasi bahwa alat
ukur dapat dipahami dan mampu merepresentasikan konstruk. Analisis CFA
mendukung struktur 4 dimensi dari alat ukur dengan indeks fit yang baik.
Pembuktian validitas berdasarkan hubungannya dengan variabel lain dilakukan
dengan menghubungkan MDS-16 dengan alat ukur HADS dan CEQ. Hasilnya,
maladaptive daydreaming memiliki hubungan positif moderat dengan kecemasan,
depresi, dan fantasy proneness. Analisis kurva ROC menunjukkan bahwa skor cutoff 49% direkomendasikan. Dari hasil cut-off, diketahui bahwa orang yang
teridentifikasi berpotensi memiliki maladaptive daydreaming memiliki tingkat
kecemasan, depresi, dan fantasy proneness yang lebih tinggi. Secara keseluruhan,
MDS-16 versi Indonesia memiliki properti psikometri yang baik dan layak
digunakan di populasi mahasiswa Indonesia. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






