
Text
Pengujian Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Daun Beberapa Jenis Tanaman.
Telah dilakukan pengujian aktivitas antiinflamasi ekstrak daun beberapa jenis tanaman pada tikus putih jantan (Rattus norwegicus) galur wistar. ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021951000039 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 907Penerbit : ., 1995 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 907Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi NULLSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NULL -
Telah dilakukan pengujian aktivitas antiinflamasi ekstrak daun beberapa jenis tanaman pada tikus putih jantan (Rattus norwegicus) galur wistar. Pengujian dilakukan dengan metode winter yang dimodifikasi dengan menggunakan larutan karagenan sebagai penginduksi radang. Dosis ekstrak yang digunakan adalah 200 mg/kg bobot badan. Tanaman-tanaman yang diuji adalah Artocarpus integra, Blumea balsamifera, Costus speciosus, Dioscorea hispida, Lantana aculeata, Lagerstroemia loudoni, Melaleuca leucadendron, Nothopanax scutelaria, Plumeria acuminata dan Sesbania grandiflora.
Aktivitas antiinflamasi diukur setiap jam selama lima jam pengamatan. Hasilnya menunjukkan bahwa sembilan ekstrak tanaman mempunyai daya hambat terhadap pembentukan radang, sedangkan satu ekstrak tanaman lainnya tidak memberikan efek. Efek yang signifikan pada setiap jam pengamatan ditunjukkan oleh ekstrak-ekstrak berikut: Ekstrak Plumeria acuminata pada jam kesatu hingga kelima (prosentase inhibisi 95,85%, 93,31%, 82,95%, 84,79% dan 94,49%), Lagerstroemia loudoni pada jam kesatu, kedua, ketiga dan kelima (prosentase inhibisi 68,23%, 67,43%, 48,0%, dan 88,89%), Artocarpus integra pada jam kesatu, kedua, ketiga dan kelima (prosentase inhibisi 78,13%, 56,22%, 56,72% dan 96,75%), Costus speciosus pada jam kedua, ketiga dan kelima (Prosentase inhibisi 45,4%, 40,45% dan 77,08%), Dioscorea hispida pada jam kedua, ketiga, keempat dan kelima (prosentase inhibisi 56,32%, 52,85%, 72,59% dan 95,86%), Sesbania grandiflora pada jam kedua, ketiga, keempat dan kelima (prosentase inhibisi 56,05%, 51,33%, 78,89% dan 90,05%), Blumea balsamifera pada jam kesatu hingga kelima (Prosentase inhibisi 74,20%, 77,07%, 68,62%, 92,36% dan 91,04%), Lantana aculeata pada jam ketiga (prosentase inhibisi 34,37%), Melaleuca leucaden-dron tidak signifikan pada seluruh pengamatan dan Nothopa-nax scutelaria pada jam kedua dan ketiga (prosentase inhi-bisi 38,66% dan 34,09%).
Dari sembilan ekstrak yang menunjukkan aktivitas antiinflamasi, aktivitas terbaik ditunjukkan oleh ekstrak Plumeria acuminata. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






