
Skripsi
[SKRIPSI] Hubungan Psychological Well-Being dengan Motivasi Penggunaan Media Sosial Pada Dewasa Awal di Indonesia
Media sosial semakin populer baik dalam lingkup global maupun di Indonesia
karena sifatnya yang efisien, interaktif dan memiliki aksesibilitas ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012024S3888 S3888 Kar h Laboratorium Psikologi UNPAD Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S3888 Kar hPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik xiii,; 120 hlm,: Ill 30 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110200093Klasifikasi S3888 Kar hTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab KAREN ALICIA SARAYA -
Media sosial semakin populer baik dalam lingkup global maupun di Indonesia
karena sifatnya yang efisien, interaktif dan memiliki aksesibilitas yang tinggi.
Pengguna media sosial didominasi oleh kelompok usia dewasa awal yang memiliki
beragam alasan untuk memenuhi kebutuhannya agar memperoleh kepuasan yang
erat kaitannya dengan psychological well-being. Kondisi psychological well-being
dapat mendorong individu dalam menggunakan media sosial. Namun, belum ada
studi yang meneliti terkait semua dimensi psychological well-being dengan
motivasi penggunaan media sosial. Penelitian ini menggunakan teori psychological
well-being dari Ryff dan gratification sought dari teori uses and gratification untuk
melihat apakah terdapat hubungan antara psychological well-being dengan motivasi
penggunaan media sosial pada dewasa awal di Indonesia. Penelitian ini
menggunakan studi korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjek dari
penelitian ini adalah individu pengguna media sosial yang berada pada rentang usia
20-39 tahun di Indonesia. Adapun alat ukur yang digunakan ialah psychological
well-being scale dan gratification sought. Data diperoleh dengan menggunakan
kuesioner online yang disebarkan pada beberapa platform media sosial. Teknik
tersebut berhasil mengumpulkan data sebanyak 422 partisipan. Hasil analisis
menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara psychological
well-being dengan motivasi penggunaan media sosial. Adapun hubungan setiap
dimensi menunjukkan bahwa semua dimensi psychological well-being
berhubungan positif dengan social needs. Kemudian, dimensi penguasaan
lingkungan, hubungan positif dengan orang lain, dan tujuan hidup berhubungan
positif dengan dimensi information seeking. Selanjutnya, hampir semua dimensi
psychological well-being –kecuali dimensi hubungan positif dengan orang lain–
berhubungan negatif dengan personal needs. Namun, tidak terdapat hubungan
antara dimensi hubungan postif dengan orang lain dengan personal needs dan tidak
ada hubungan pula antara dimensi otonomi, pertumbuhan pribadi, dan penerimaan
diri dengan information seeking. Hasil uji beda pada kedua variabel berdasarkan
jenis kelamin menunjukkan bahwa laki-laki memiliki rata-rata lebih tinggi pada
variabel psychological well-being, tetapi lebih rendah pada variabel motivasi
penggunaan media sosial. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






