
Text
[SKRIPSI] Hubungan antara Body Dissatisfaction dan Healthy Food Intake pada Perempuan Usia Emerging Adulthood Pelaku Diet
Perempuan usia emerging adulthood berisiko tinggi mengalami kenaikan berat badan
yang dapat menyebabkan overweight, bahkan obesitas. Padahal, ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012024S3874 S3874 Afi h Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak.Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S3874 Afi hPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik xii., 130 hlm,; ill,; 30 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110200034Klasifikasi S3874 Afi hTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SkripsiPernyataan Tanggungjawab Afina Khairani -
Perempuan usia emerging adulthood berisiko tinggi mengalami kenaikan berat badan
yang dapat menyebabkan overweight, bahkan obesitas. Padahal, penampilan fisik
menjadi hal yang penting bagi perempuan. Standar kecantikan membuat perempuan
membandingkan tubuh sendiri dengan standar yang berlaku, dan dapat menyebabkan
ketidakpuasan tubuh (body dissatisfaction). Untuk mengatasi ketidakpuasan ini,
perempuan cenderung melakukan diet yang tidak sehat, seperti mengontrol asupan
makanan secara ekstrem. Asupan makanan yang dipilih adalah makanan yang
diyakini akan membuat tubuhnya ideal, tanpa mempertimbangkan nilai gizi. Dengan
demikian, penelitian ini ingin melihat bagaimana hubungan antara body
dissatisfaction dan healthy food intake pada perempuan emerging adulthood yang
sedang melakukan diet dengan alasan tidak puas dengan bentuk tubuh. Penelitian ini
merupakan penelitian korelasional yang menggunakan pendekatan kuantitatif.
Kuesioner penelitian menggunakan adaptasi alat ukur Body Shape Questionnaire
(BSQ) yang dikembangkan oleh Cooper, Taylor, Cooper, dan Fairbum tahun 1987
dan Healthy and Unhealthy Eating Behavior Scale (HUEBS) yang dikembangkan
oleh Guertin et al. tahun 2019. Kuesioner disebarkan secara online di media sosial
dan didapatkan responden sebanyak 103. Setelah data terkumpul, data diolah
menggunakan uji Pearson Product Moment dan dapat disimpulkan bahwa tidak
terdapat hubungan yang signifikan antara body dissatisfaction dan food intake, baik
pada dimensi healthy eating (p = 0.938 > 0.05; r = -0.008) ataupun unhealthy eating
(p = 0.248 > 0.05; r = 0.114). Terdapat beberapa faktor yang menjelaskan mengapa
kedua variabel tersebut tidak berhubungan signifikan. Kondisi mood responden dapat
memengaruhi tingkat ketidakpuasan tubuh. Tingginya tingkat ketidakpuasan tubuh ini
dapat memengaruhi pola makan yang tidak biasa, seperti overeating, binge eating,
dan restrictive eating, sehingga diet yang dilakukan menjadi tidak konsisten. Hal ini
dapat membuat asupan makanan sehat dan tidak sehat menjadi tidak terkontrol.
Karakteristik responden yang merupakan perempuan pelaku diet, perempuan
cenderung lebih sensitif pada perubahan mood yang dapat mengarah pada emotional
eating dan pemilihan asupan makanan. Terdapat kemungkinan pula bahwa metode
diet yang dilakukan responden bukan mengontrol asupan makanan, tetapi berolahraga
yang menyebabkan pola makannya tidak terkontrol.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






