Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[SKRIPSI] HUBUNGAN POLITICAL EFFICACY DAN ONLINE POLITICAL PARTICIPATION PEMILIH MUDA PADA PEMILU 2024 DI INDONESIA


"Momentum Pemilu 2024 yang sedang terjadi di Indonesia membuka peluang yang
besar bagi masyarakat untuk berkontribusi secara politik. Peluang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012024S3865S3865 Fir hPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S3865 Fir h
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xii., 176 hlm.: ill.; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110200037
    Klasifikasi
    S3865 Fir h
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • "Momentum Pemilu 2024 yang sedang terjadi di Indonesia membuka peluang yang
    besar bagi masyarakat untuk berkontribusi secara politik. Peluang ini semakin
    diperluas dengan perkembangan media sosial yang kini menjadi salah satu media
    alternatif untuk melakukan partisipasi politik yang lebih beragam dan unik di
    ranah digital. Terlebih, pemilih yang dominan pada Pemilu 2024 ini adalah
    pemilih muda yang merupakan pengguna aktif dari media sosial. Penelitian
    sebelumnya menemukan bahwa pemilih muda seringkali melakukan online
    political participation di media sosial, seperti mengkonsumsi konten politik,
    mengunggah, ataupun membagikan konten politik. Interaksi yang konsisten
    terhadap konten politik yang dilakukan oleh pemilih muda kemudian
    berhubungan dengan political efficacy, yaitu keyakinan individu bahwa tindakan
    politiknya dapat memberikan dampak pada proses atau sistem politik. Penelitian
    ini menggunakan social cognitive theory melalui pendekatan konsep self-efficacy,
    dimana individu yang yakin bahwa pengetahuan dan kemampuan politiknya dapat
    menghasilkan tindakan politik yang sukses atau berdampak, maka ia akan
    menampilkan performa yang baik pula ketika melakukan hal tersebut. Penelitian
    ini juga menggunakan bentuk-bentuk online political participation yang dapat
    dilakukan di media sosial, yaitu latent engagement, counter engagement, follower
    engagement, dan expressive engagement. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan
    untuk mengukur apakah terdapat hubungan antara political efficacy dan online
    political participation pemilih muda pada Pemilu 2024 di Indonesia, serta
    hubungan antar dimensi di dalam kedua variabel tersebut. Penelitian kemudian
    dilakukan dalam bentuk studi korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjek
    dari penelitian ini adalah pemilih muda yang berada pada rentang usia 17-39
    tahun yang merupakan pengguna aktif media sosial. Alat ukur yang digunakan
    dalam penelitian ini adalah instrumen political efficacy dan alat ukur Social Media
    Political Participation Scale (SMPPS). Data subjek dikumpulkan dengan
    menggunakan kuesioner online yang disebarkan melalui kenalan peneliti,
    komunitas di media sosial, serta layanan iklan berbayar di media sosial. Dari
    pengumpulan data, didapatkan sebanyak 353 subjek yang selanjutnya menjadi
    sampel dari penelitian ini. Hasil analisis korelasi menggunakan uji Spearman
    menunjukkan adanya korelasi antara political efficacy dan online political
    participation, serta antara beberapa dimensi di dalamnya. Penelitian ini juga
    melakukan uji beda terhadap kedua variabel berdasarkan gender. Uji beda
    menunjukkan bahwa laki-laki umumnya memiliki tingkat political efficacy yang
    lebih tinggi dibandingkan perempuan. Dari berbagai hasil tersebut, maka dapat
    disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara political efficacy dan online
    political participation pada pemilih muda pada Pemilu 2024 di Indonesia."
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi