
Text
[SKRIPSI] HUBUNGAN HOME LITERACY ACTIVITIES DAN HOME NUMERACY ACTIVITIES DENGAN KESIAPAN SEKOLAH PADA ANAK PRASEKOLAH DI JATINANGOR
"Orang tua di Indonesia pada umumnya memprioritaskan keterlibatan anak-anak
mereka dalam aktivitas literasi dan numerasi di rumah karena ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012024S3858 S3858 Zah h Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S3858 Zah hPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik xvi., 136 hlm.: ill.; 30 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110200031Klasifikasi S3858 Zah hTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SKRIPSIPernyataan Tanggungjawab ZAHWA NABILA PUTRI -
"Orang tua di Indonesia pada umumnya memprioritaskan keterlibatan anak-anak
mereka dalam aktivitas literasi dan numerasi di rumah karena adanya pemahaman
bahwa satu-satunya aspek perkembangan yang dibutuhkan anak prasekolah untuk
memulai sekolah dasar adalah perkembangan kognitif, khususnya pada
keterampilan literasi dan numerasi yang hanya dilihat dari aspek baca, tulis, dan
hitung. Akan tetapi, kesiapan sekolah adalah sebuah kompetensi yang mencakup
domain lebih luas selain aspek kognitif. Dalam hal ini, domain kompetensi lain
seperti aspek sosial-emosional, fisik-motorik, bahasa, pemaknaan terhadap
pembelajaran, moral dan agama juga menjadi indikator kesiapan sekolah anak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah home literacy activities
dan home numeracy activities dapat memprediksi kesiapan sekolah anak
prasekolah. Partisipan penelitian ini adalah orang tua (n=180) dan guru (n=23)
dari anak-anak prasekolah di Jatinangor yang rata-rata berada di tahun terakhir
Pendidikan Anak Usia Dini. Data dianalisis menggunakan Partial Least Square
Structural Equation Model (PLS-SEM) dengan kesiapan sekolah sebagai variabel
hasil. Faktor-faktor dari orang tua dan anak, seperti usia anak, kursus calistung,
pendapatan rumah tangga, dan pendidikan orang tua dijadikan variabel kovariat
dalam model. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya home numeracy
activities dan usia anak yang secara signifikan memprediksi kesiapan sekolah
anak, sedangkan home literacy activities tidak. Hanya sebagian kecil variasi
kesiapan sekolah (R
2=0.201) yang dapat dijelaskan oleh variabel aktivitas belajar
di rumah dalam model. Penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor yang tidak
diukur yang mungkin berkontribusi pada kesiapan sekolah anak. Implikasi praktis,
kesiapan sekolah dalam konteks Indonesia, serta keterbatasan dan rekomendasi
penelitian, turut dibahas dalam penelitian ini."
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






