Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[SKEIPSI] PARENTAL BURNOUT: STUDI KOMPARASI PADA ORANG TUA INDONESIA NON-MIGRAN DAN MIGRAN DI MALAYSIA


"Pada dasarnya, pengasuhan kepada anak merupakan hal yang dapat
membuat orang tua merasa bahagia; namun, tuntutan yang tidak disertai ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012024S3841S3841 Sak pPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S3841 Sak p
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xiv., 116 hlm.: ill.; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110200002
    Klasifikasi
    S3841 Sak p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • "Pada dasarnya, pengasuhan kepada anak merupakan hal yang dapat
    membuat orang tua merasa bahagia; namun, tuntutan yang tidak disertai dengan
    sumber daya pengasuhan yang sepadan potensial memunculkan simptom parental
    burnout. Pada orang tua Indonesia yang melakukan migrasi ke Malaysia, tuntutan
    dalam pengasuhan anak dapat bertambah, seperti kerentanan hukum status
    migrasi, tantangan emosional dan psikologis yang disebabkan oleh perpisahan
    orang tua migran dengan keluarga di Indonesia, dan ketegangan sosial akibat
    diskriminasi terhadap status migran. Penelitian ini bertujuan untuk
    membandingkan parental burnout orang tua Indonesia non-migran dan migran di
    Malaysia. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini merupakan Parental
    Burnout Assessment (PBA) versi Bahasa Indonesia. Pengambilan data orang tua
    migran dilakukan dengan metode paper-pencil kepada orang tua Sanggar
    Bimbingan di Kuala Lumpur, Selangor, dan Ipoh. Sebanyak 167 orang tua
    Indonesia (87 non-migran dan 80 migran di Malaysia) dengan rentang usia 20 - 64
    tahun (M = 40.89; SD = 9.179) berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil analisis
    Mann-Whitney menunjukkan bahwa tingkat parental burnout lebih tinggi pada
    orang tua Indonesia yang melakukan migrasi ke Malaysia. Selain itu, berdasarkan
    dimensinya, orang tua migran memiliki tingkat exhaustion in one’s parental role,
    emotional distancing with one’s children, dan contrast with previous parental self
    yang lebih tinggi. Sedangkan, pada dimensi feelings of being fed up with one’s
    children, orang tua non-migran dan migran memiliki tingkat yang sama. Hasil
    penelitian ini mengimplikasikan perlunya program pencegahan simptom parental
    burnout pada orangtua migran Indonesia di Malaysia"
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi