Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[SKRIPSI] GAMBARAN BURNOUT PADA MAHASISWA UNIVERSITAS PADJADJARAN YANG MENJADI PENDAMPING KORBAN KEKERASAN SEKSUAL


"Kekerasan seksual merupakan salah satu isu yang meresahkan di
lingkungan perguruan tinggi. Kekerasan seksual dapat mengakibatkan berbagai

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012024S3833S3833 Ded gPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S3833 Ded g
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xiii., 220 hlm.: ill.; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110190043
    Klasifikasi
    S3833 Ded g
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    SKRIPSI
    Pernyataan Tanggungjawab
  • "Kekerasan seksual merupakan salah satu isu yang meresahkan di
    lingkungan perguruan tinggi. Kekerasan seksual dapat mengakibatkan berbagai
    dampak negatif bagi korbannya sehingga korban membutuhkan layanan
    pendampingan. Salah satu pendampingan yang lebih disukai oleh korban adalah
    pendampingan sebaya. Namun ditemukan bahwa kegiatan pendampingan dapat
    memberikan dampak buruk bagi pendamping, salah satunya adalah burnout. Maka
    dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran burnout dan faktorfaktor yang mempengaruhinya pada mahasiswa Universitas Padjadjaran yang
    menjadi pendamping bagi korban kekerasan seksual.
    Penelitian ini menggunakan pendekatan Exploratory-Descriptive
    Qualitative dengan panduan wawancara sebagai instrumen pengambilan data.
    Panduan wawancara telah melalui proses expert review dan uji coba sehingga
    layak dan andal untuk digunakan. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara
    pada enam mahasiswa pendamping yang telah memenuhi kriteria yang ditetapkan
    dalam penelitian ini. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode
    reflexive thematic analysis.
    Hasil penelitian menggambarkan burnout dalam tiga dimensi. Pada
    dimensi exhaustion, seluruh partisipan mengalami kelelahan. Kelelahan ini
    disebabkan oleh berbagai faktor, namun utamanya oleh tuntutan kerja. Pada
    dimensi cynicism, partisipan tidak menunjukkan respon negatif terhadap klien
    namun cenderung melakukan emotional labor yang mana jika dilakukan terus
    menerus dapat menyebabkan cynicism. Pada dimensi inefficacy, partisipan
    memiliki penilaian negatif pada kinerja dan kompetensinya yang disebabkan oleh
    faktor gender, self-efficacy, dan pengalaman kegagalan. Sementara terdapat juga
    partisipan yang menunjukkan kebalikan dari inefficacy, yaitu memiliki penilaian
    yang positif yang diduga disebabkan oleh self-efficacy yang baik dan merasakan
    pencapaian diri karena kinerjanya terapresiasi. Ditemukan pula bahwa partisipan
    mengalami vicarious post-traumatic growth."
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi