Detail Cantuman

Image of Representasi Identitas Keislaman Dalam Media Sosial

Skripsi  

Representasi Identitas Keislaman Dalam Media Sosial


ABSTRAK
Iklima Musyarofah. 210110150187. Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    K1E 0132297. 270 7 Fah rPerpustakaan FIKOM UNPAD (Prodi Ilkom)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Komunikasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    297. 270 7 Fah r
    Penerbit Fikom Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    x, 138 hlm.;ilus.;21x30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    297. 270 7 Fah r
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Iklima Musyarofah. 210110150187. Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Penelitian ini berjudul “Representasi Identitas Keislaman Dalam Media Sosial”. Dr. Siti Karlinah, M.Si sebagai pembimbing utama dan Preciosa Alnashava J, S.Ikom., M.Si sebagai pembimbing pendamping.
    Tujuan penelitian adalah untuk membongkar identitas keislaman yang ditampilkan dalam akun Instagram @ridwankamil selama masa kampanye Pilkada Jawa Barat 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis wacana kritis model Teun Adrianus van Dijk yang dipadukan dengan perspektif teori Hegemoni dari Antonio Gramsci. Pengumpulan data dilakukan dengan analisis critical linguistic, studi pustaka, dan wawancara dengan pengamat politik.
    Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pada level teks, Ridwan Kamil menggunakan media sosial untuk menyebarkan visi-misi, program kerja serta mengemas citra diri dengan menampilkan berbagai dukungan dari elite agama, nilai-nilai Islam dan identitas keislaman lainnya ke dalam wacana. 2) Pada level kognisi sosial, teks dipengaruhi oleh cara pandang Ridwan Kamil terhadap wacana Islam politik, stereotipe pemimpin yang ideal di masyarakat, sikap toleransi, serta nilai dan norma agama Islam yang ada di masyarakat. 3) Pada level konteks sosial, pada lingkup mikro, Instagram menjadi simbol kekuasaan Ridwan Kamil yang digunakan sebagai strategi dalam agenda politiknya. Sedangkan pada lingkup makro, lebih luas mengidentifikasi elit simbolik yang memiliki akses khusus untuk mengontrol wacana publik. Seluruh praktik diskursif ini merupakan reproduksi dominasi dari sistem Islam politik di Indonesia.

    Kata kunci: Analisis Wacana Kritis; Instagram; Identitas Keislaman

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi