
Text
[SKRIPSI] GAMBARAN SOCIAL POWER PADA PEMIMPIN ORGANISASI KEMAHASISWAAN UNPAD
Tidak hanya melakukan kegiatan pembelajaran di kampus, banyak mahasiswa yang mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan dari tahun ke tahunnya. ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012023S3826 S3826 Jas g Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Skripsi) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S3826 Jas gPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2023 Deskripsi Fisik xii., 88 hlm.: ill.; 30 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110180090Klasifikasi S3826 Jas gTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SKRIPSIPernyataan Tanggungjawab JASMINE AZZAHRA SIREGAR -
Tidak hanya melakukan kegiatan pembelajaran di kampus, banyak mahasiswa yang mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan dari tahun ke tahunnya. Tentunya, dalam setiap struktural organisasi kemahasiswaan setidaknya terdapat ketua atau pemimpin dan anggota, dimana keduanya saling bekerja sama dan memiliki masing-masing peranan penting, terutama ketua atau pemimpinnya karena mereka memiliki power agar organisasi berjalan lancar. Social Power merupakan teori dalam social influence yang artinya perubahan keyakinan, sikap, atau perilaku individu atau kelompok yang diberikan oleh individu yang memiliki power. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran social power pada pemimpin organisasi kemahasiswaan di Unpad. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-eksperimental dengan metode probability sampling dengan simple random sampling pada 104 responden dengan populasi partisipan meliputi mahasiswa aktif Unpad yang berusia 18-25 tahun dan merupakan anggota atau staf dari organisasi kemahasiswaan BEM periode tahun 2022. Alat ukur yang digunakan adalah Interpersonal Power Inventory (IPI). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bases of social power atau informational power yang paling banyak dipersepsikan oleh anggota terhadap ketua, terlihat perbedaan yang cukup signifikan antara laki-laki dan perempuan dalam mempersepsikan ketua, namun tidak terlihat perbedaan yang signifikan antara angkatan dalam mempersepsikan ketua. Serta, ditemukan juga bahwa mahasiswa mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan dengan tujuan untuk menambah relasi, menambah pengalaman, serta menambah skill.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






