
Text
[TESIS] PENGARUH PLAYFULNESS TERHADAP PERCEIVED COMMUTING STRESS DENGAN RESILIENCE SEBAGAI MEDIATOR PADA PEKERJA PENGLAJU DI DAERAH JABODETABEK
"Latar Belakang: Diumumkannya pencabutan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan
Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Indonesia pada tanggal 30 Desember ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19042023T0869 T0869 Dis p Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Tesis) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil T0869 Dis pPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2023 Deskripsi Fisik xiv., 269 hlm.: ill.; 30 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 190420190045Klasifikasi T0869 Dis pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik TESISPernyataan Tanggungjawab Disa Nisrina Listiani -
"Latar Belakang: Diumumkannya pencabutan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan
Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Indonesia pada tanggal 30 Desember 2022
memberikan lampu hijau bagi masyarakat untuk dapat lebih bebas bermobilitas.
Jumlah komuter atau penglaju pun kian meningkat seiring dengan banyaknya
pekerja yang berangsur kembali ke rutinitas work from office (WFO). Fenomena ini
membuat commuting atau kegiatan menempuh perjalanan pulang-pergi ke tempat
kerja menjadi semakin relevan untuk dianalisis, terutama pada penduduk
Jabodetabek. Menemukan faktor internal yang dapat membantu para pekerja
penglaju (pekerja yang melakukan kegiatan commuting) untuk mengurangi tingkat
stres yang dialami selama perjalanan commuting pun menjadi urgen untuk diteliti.
Salah satu trait kepribadian yang berpotensi untuk mengurangi tingkat stres pada
individu dan masih jarang diteliti di Indonesia adalah playfulness. Menggunakan
kerangka Broaden-and-Build Theory of Positive Emotions (Fredrickson, 2001),
dihipotesiskan bahwa playfulness dapat meningkatkan resilience yang ada pada
individu, membuatnya mengalami tingkat perceived commuting stress yang lebih
rendah selama menempuh perjalanan commuting.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif cross-sectional yang
bertujuan untuk menguji model konseptual mengenai hubungan mediasi antara
playfulness, resilience, dan perceived commuting stress: apakah playfulness (global
playfulness dan faset-faset playfulness OLIW) berperan dalam mengurangi tingkat
perceived commuting stress yang dialami oleh pekerja penglaju di daerah
Jabodetabek dan apakah resilience secara positif memediasi pengaruh tersebut.
Sebanyak 260 pekerja penglaju berusia 18–29 tahun yang bertempat tinggal dan
bekerja di wilayah Jabodetabek menjadi partisipan dalam penelitian ini. Global
playfulness diukur menggunakan Short Measurement of Adult Playfulness (SMAP)
(Proyer, 2017), faset-faset Other-Directed, Lighthearted, Intellectual, dan
Whimsical Playfulness (OLIW) diukur menggunakan OLIW (Proyer, 2017),
resilience diukur menggunakan Brief Resilience Scale (BRS) (Smith, dkk., 2008),
dan perceived commuting stress diukur menggunakan Perceived Commuting Stress
Scale (PCSS) yang merupakan alat ukur hasil adaptasi Peneliti dari alat ukur
Perceived Stress Scale (PSS-10) (Cohen, 1994) ke dalam konteks commuting. Data
dikumpulkan melalui Google Form dan diolah menggunakan IBM SPSS Statistics
26 dan SmartPLS 3.0 dengan teknik analisis multivariat.
ix
Hasil dan Simpulan: Temuan dari penelitian ini adalah bahwa model mediasi yang
diuji terbukti signifikan pada beberapa jenis playfulness (global playfulness,
lighthearted playfulness, dan intellectual playfulness) namun tidak pada jenis
lainnya (other-directed playfulness dan whimsical playfulness). Secara lebih rinci,
global playfulness terbukti mengurangi tingkat perceived commuting stress baik
secara langsung maupun melalui peran mediasi resilience, lighthearted dan
intellectual playfulness terbukti menurunkan tingkat perceived commuting stress
hanya melalui peran mediasi resilience, whimsical playfulness justru secara
langsung meningkatkan perceived commuting stress tanpa melalui mediasi
resilience, dan other-directed playfulness ditemukan tidak memberikan pengaruh
terhadap tingkat perceived commuting stress ataupun resilience. Untuk
memperkaya hasil, penelitian ini juga memuat analisis uji beda one-way ANOVA
mengenai tingkat perceived commuting stress berdasarkan kategori demografis dan
pola commuting partisipan, serta memuat analisis kualitatif singkat mengenai
variabel playfulness. Saran praktis mengenai temuan dari penelitian ini yang bisa
diterapkan oleh pekerja penglaju, praktisi kesehatan mental, dan penyedia fasilitas
layanan commuting juga dipaparkan.
"
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






