
Text
[TESIS] PERAN SELF-COMPASSION DALAM MEMODERASI HUBUNGAN ANTARA KESEPIAN DAN GEJALA DEPRESI PADA EMERGING ADULTS
"Pengalaman melalui masa transisi dari remaja ke dewasa menimbulkan
banyak tantangan dan perubahan yang membuat individu rentan mengalami
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19042021T0867 T0867 Nai p Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Tesis) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil T0867 Nai pPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik xii., 147 hlm.: ill.; 30 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 190420210054Klasifikasi T0867 Nai pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik TESISPernyataan Tanggungjawab Naiva Urfi Layyinah -
"Pengalaman melalui masa transisi dari remaja ke dewasa menimbulkan
banyak tantangan dan perubahan yang membuat individu rentan mengalami
kesepian. Sementara itu, kesepian yang tidak ditangani dapat mengarah kepada
berkembangnya gejala depresi. Self-compassion berpotensi menjadi moderator
untuk melemahkan kekuatan hubungan antara kesepian dan gejala depresi. Oleh
karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran selfcompassion dalam memoderasi hubungan antara kesepian dan gejala depresi pada
emerging adults. Responden dalam penelitian ini adalah individu berusia di rentang
18-25 tahun, bertempat tinggal di kota-kota di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang,
dan Bekasi (Jabodetabek). Alat ukur yang digunakan adalah Revised UCLA
Loneliness Scale, Self-compassion Scale, dan Beck Depression Inventory II. Data
dari 221 responden diolah dengan analisis moderasi menggunakan PROCESS
macro. Hasil menunjukkan bahwa kesepian memprediksi gejala depresi secara
signifikan (berkontribusi sebesar 11,7%), tetapi interaksi antara kesepian dan selfcompassion tidak memprediksi gejala depresi (berkontribusi sebesar 0,09%) secara
signifikan. Disimpulkan bahwa makin tinggi tingkat kesepian, makin tinggi gejala
depresi. Namun, tinggi atau rendahnya self-compassion tidak terbukti melemahkan
kekuatan hubungan atau mengubah arah hubungan antara kesepian dan gejala
depresi."
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






