
Text
[TESIS] PERAN RESILIENSI SEBAGAI MODERATOR DALAM HUBUNGAN ANTARA GAYA PENGASUHAN UNSUPPORTIVE DAN SELF-ESTEEM REMAJA
"Penghayatan remaja akan pengasuhan unsupportive dari orang tua dapat berdampak
pada rendahnya self-esteem, padahal self-esteem adalah salah ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19042024T0859 T0859 Lia p Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Tesis) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil T0859 Lia pPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik x., 79 hlm.: ill.; 30 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 190420210025Klasifikasi T0859 Lia pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik TESISPernyataan Tanggungjawab Lianda Marta -
"Penghayatan remaja akan pengasuhan unsupportive dari orang tua dapat berdampak
pada rendahnya self-esteem, padahal self-esteem adalah salah satu hal penting yang
perlu dimiliki oleh remaja. Dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya
diketahui bahwa resiliensi berpotensi menjadi protective factor bagi self-esteem, di
mana remaja yang resilien dapat memandang diri mereka dengan lebih berharga.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah resiliensi dapat memoderasi
hubungan antara gaya pengasuhan unsupportive orang tua dan self-esteem remaja.
Pengukuran variabel dilakukan menggunakan alat ukur Parent as Social Context
Questionnaire-Adolescent Report, Rosenberg Self-Esteem Scale, dan Child and
Youth Resilience Measure-Revised versi Bahasa Indonesia. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental. Pengambilan data
dilakukan secara luring dengan pemilihan sampel menggunakan teknik
convenience sampling. Adapun partisipan dalam penelitian ini adalah 342 remaja
berusia 15-18 tahun (perempuan = 202; laki-laki = 140) dan tinggal bersama orang
tua atau salah satu dari ayah/ibu. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji moderasi
dengan metode PROCESS dari Hayes. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa
resiliensi tidak memoderasi hubungan antara gaya pengasuhan unsupportive dan
self-esteem remaja. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa dalam penelitian ini,
resiliensi tidak menjadi protective factor dari self-esteem.
"
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






