Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[TESIS] HUBUNGAN KEBERFUNGSIAN KELUARGA DENGAN KETERPAPARAN PORNOGRAFI PADA REMAJA YANG DIMODERATORI OLEH SELF-CONTROL


"Remaja adalah periode transisi masa anak-anak menuju dewasa yang melibatkan perubahan di
berbagai aspek, salah satunya adalah pubertas. Pada ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19042023T0857T0857 Fhi hPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Tesis)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T0857 Fhi h
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    x., 112 hlm.: ill.; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190420200008
    Klasifikasi
    T0857 Fhi h
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    TESIS
    Pernyataan Tanggungjawab
  • "Remaja adalah periode transisi masa anak-anak menuju dewasa yang melibatkan perubahan di
    berbagai aspek, salah satunya adalah pubertas. Pada masa ini, remaja cenderung memiliki
    kebutuhan yang tinggi mengenai informasi seksual. Beberapa hasil penelitian menunjukkan
    bahwa salah satu pihak yang dapat memfasilitiasi kebutuhan remaja adalah keluarga. Peran
    keluarga dalam memenuhi kebutuhan remaja dapat terlihat dari keberfungsian keluarga tersebut.
    Keluarga dapat berperan sebagai pihak yang memberikan edukasi dan agen internalisasi norma
    pada remaja. Akan tetapi, di Indonesia topik seksual masih dianggap tabu oleh sebagian besar
    orang tua, sehingga remaja menjadi sangat rentan terdampak pornografi. Perilaku mengakses
    pornografi dilihat sebagai salah satu bentuk eksplorasi remaja untuk memenuhi kebutuhan
    informasi seksual. Meskipun demikian, terdapat faktor protektif lainnya, yaitu self-control.
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran self-control sebagai variabel moderator dari
    hubungan keberfungsian keluarga dan keterpaparan pornografi pada remaja. Penelitian ini
    melibatkan 390 remaja yang dipilih secara acak dengan menggunakan metode cluster sampling.
    Data penelitian ini diperoleh dari tiga alat ukur, yaitu: Family Assessment Device, Deteksi Dini
    Konten Pornografi, dan Brief Self-Control Scale. Data penelitian kemudian diolah secara statistik
    menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25.0 dan diuji menggunakan PROCESS untuk
    menguji moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-control tidak berperan sebagai
    variabel moderator, melainkan sebagai variabel mediasi antara keberfungsian keluarga dan
    keterpaparan pornografi pada remaja. Keberfungsian keluarga berpengaruh pada keterpaparan
    pornografi remaja melalui self-control. "
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi