Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

[TESIS] PERAN STRATEGI KOPING, RESILIENSI, DAN FAKTOR SOSIODEMOGRAFIS TERHADAP KUALITAS HIDUP PETUGAS PEMASYARAKATAN DI KOTA BANDUNG


Petugas pemasyarakatan memiliki peran penting dalam proses penahanan
karena bertanggung jawab atas penjagaan, pengendalian dan perawatan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19024023T0830T0830 Wid pPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Rak Tesis)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T0830 Wid p
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xix., 202 hlm.: ill., 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190420200002
    Klasifikasi
    T0830 Wid p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    TESIS
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Petugas pemasyarakatan memiliki peran penting dalam proses penahanan
    karena bertanggung jawab atas penjagaan, pengendalian dan perawatan warga
    binaan pemasyarakatan. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, petugas
    pemasyarakatan menghadapi berbagai stressor dan potensi bahaya yang
    berpengaruh terhadap kesehatan mental meraka yang lebih rendah dibandingkan
    populasi pekerja lainnya. Namun, hasil studi awal oleh peneliti menemukan bahwa
    petugas pemasyarakatan memiliki tingkat kualitas hidup yang beragam. Hal ini
    mengindikasikan adanya faktor tertentu yang berkontribusi terhadap munculnya
    keberagaman tersebut. Sejumlah penelitian menemukan bahwa resiliensi
    merupakan prediktor dari kualitas hidup yang tinggi karena dapat membantu dalam
    mentoleransi emosi negatif dengan lebih baik. Selain itu, strategi koping dapat
    membantu proses adaptasi individu serta penting dalam mencapai atau
    mempertahankan kualitas hidup yang baik. Latar belakang sosiodemografis seperti
    usia dan jenis kelamin juga turut berkontribusi pada kualitas hidup. Tujuan
    penelitian ini adalah mendapatkan bukti empirik tentang peran strategi koping,
    resiliensi, dan faktor sosiodemografis dalam memprediksi kualitas hidup pada
    petugas pemasyarakatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non-
    eksperimental dengan tipe penelitian korelasional. Pengambilan data dilakukan
    secara cross-sectional menggunakan kuesioner online. Adapun kuesioner yang
    digunakan adalah RS-14 untuk mengukur tingkat resiliensi, CERQ untuk mengukur
    strategi koping, dan WHOQOL-BREF untuk mengukur kualitas hidup. Sampel
    diperoleh menggunakan teknik cluster sampling. Terdapat 213 partisipan dalam
    penelitian ini yang berasal dari empat Rutan/Lapas di kota Bandung. Data dianalisis
    menggunakan uji regresi linear berganda. Seluruh alat ukur telah memiliki properti
    psikometri yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi koping positif,
    strategi koping negatif, tingkat resiliensi, jenis kelamin, dan usia secara bersama -
    sama dapat memprediksi 38.8% domain kesehatan fisik, 36.4% domain psikologis,
    28.8% domain hubungan sosial, dan 31.3% domain lingkungan. Secara parsial,
    strategi koping positif dan resiliensi ditemukan berkontribusi signifikan terhadap
    setiap domain kualitas hidup. Strategi koping negatif memiliki kontribusi signifikan
    pada domain kesehatan fisik dan psikologis. Usia memiliki kontribusi signifikan
    terhadap domain kesehatan fisik sementara jenis kelamin ditemukan tidak
    berkontribusi signifikan terhadap setiap domain kualitas hidup. Namun, analisis
    tambahan menemukan peran moderasi dari usia dan jenis kelamin terhadap
    hubungan antara strategi koping positif dengan domain kualitas hidup tertentu.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi